Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Instagram @taaarannn
DREAM.CO.ID - Sampai saat ini masih ada stigma bahwa seorang perempuan terkenal sebagai makhluk cerewet. Anggapan itu tentu tak bisa sepenuhnya ditelan bulan-bulat. Pada kenyataannya banyak perempuan yang irit berbicara bahkan beberapa di antaranya cenderung pendiam.
Namun fakta bahwa perempuan banyak berbicara juga tak sepenuhnya salah. Buktinya, banyak penelitian menyebutkan perempuan sanggup berbicara lebih dari 20ribu kata dalam satu hari. Berbeda dengan pria yang hanya 7ribu per harinya.
Bukan tanpa sebab. Sebuah penelitian menyebut bahwa wanita cerewet karena memiliki kadar protein Foxp2 yang tinggi. Protein ini merupakan protein bahasa yang membuat wanita lebih banyak bicara.
Pada manusia, protein ini ditemukan lebih banyak pada wanita, sedangkan tikus ada di jantannya.
Dikutip dari laman Dailymail, ilmuwan AS mencari tahu mengapa tikus jantan lebih vokal dibandingkan pasangannya di dalam kandang. Penelitian dilakukan kepada anak tikus berusia empat hari yang baru saja dipisahkan dari induknya. Kemudian dihitung berapa kali anak tikus berteriak.
Anak tikus jantan dan betina berteriak ratusan kali. Namun, jantan rupanya lebih sering dua kali. Peneliti kemudian menguji otak tikus itu dan menemukan protein Foxp2 yang ternyata membuat anak tikus jantan lebih cerewet dua kali lipat.
Peneliti kemudian memproduksi protein itu di tikus betina dan mengurangi dalam jantan. Hasilnya, menyebabkan tikus betina lebih sering menangis dan induknya menunjukan perhatian yang lebih kepadanya.
Pada jantan justru terjadi sebaliknya, jadi kurang bicara. Penelitian tertulis dalam Journal of Neuroscience.
Secara terpisah, peneliti Universitas Maryland menguji sample dari 10 anak laki-laki dan perempuan berusia tiga hingga lima tahun. Hasilnya, anak-anak perempuan memiliki kadar protein tersebut sebanyak 30 persen lebih banyak. Tempatnya berada di otak yang menjadi kunci bahasa pada manusia.
" Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, kadar Fopx2 lebih tinggi pada perempuan dan tikus jantan. Indikasi kalau protein ini berhubungan dengan jenis kelamin yang lebih komunikatif," terang peneliti Margaret McCarthy.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah