5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Makanan sangat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk miss V. Bagi wanita, kesehatan miss V wajib diperhatikan agar tidak menimbulkan penyakit serius.
Karena itulah asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Selain itu, makanan juga mengandung zat tertentu yang dapat mengubah keseimbangan bakteri baik dan jahat pada miss V.
Untuk membantu mengurangi bau pada miss V, disarankan untuk tidak mengonsumi deretan makanan ini.
Bagi miss V, makanan awetan bersifat merugikan karena dapat mengeluarkan bau tidak sedap, hingga mengalami kekeringan, infeksi ragi, infeksi saluran kemih, hingga rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Makanan dan minuman yang diawetkan pasti menggunakan zat kimia sebagai pengawet selain itu juga ditambah garam, gula, atau lemak tambahan yang lebih banyak kandungannya.
Makanan yang dikemas dengan cara dikalengkan, dibekukan, dikeringkan, dipanggang, hingga dipasteurisasi terlebih dahulu, itu adalah beberapa jenis makanan yang dihindari agar miss V tidak bau.
Gula dapat membunuh bakteri baik di miss V.
Selain itu, gula juga bisa meningkatkan risiko kamu mengalami iritasi, luka, hingga infeksi ragi di area sensitif, sehingga jenis makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.
Konsumsi gula harian tidak boleh lebih dari enam sendok teh atau 25 gram.

Menyuntikkan hormon estrogen dan testosteron sintetis adalah praktik yang cukup awam terjadi di peternakan. Hal ini dilakukan untuk membuat hewan ternak mengalami kenaikan berat badan yang cepat sehingga mereka bisa cepat dijual dengan harga tinggi.
Bagi konsumen, penyuntikan hormon ini akan berdampak negatif bagi kesehatan.

Sebab, hormon tersebut akan ada dalam daging dan susu serta produk olahannya. Hormon sintetis yang masuk ke tubuh manusia akan mengganggu produksi hormon estrogen alamiah sehingga cairan vagina mengering dan miss V lebih rentan berbau hingga infeksi.
Maka dari itu disarankan untuk mengonsumsi daging dan susu dengan porsi yang tidak berlebihan.
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq.com)
Dream - Infeksi jamur pada area intim kewanitaan sangat berpotensi dialami setiap wanita. Hal ini dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri serta keputihan yang akan membuat areal yang sering disebut miss V ini kurang nyaman.
Bahkan, infeksi jamur pada arean intim dapat menjadi gejala diabetes. Tak ada cara lain selain harus mengatasi dengan segera infeksi jamur itu.
Jika yakin gangguan masih bisa diatasi sebelum berkonsultasi secara langsung dengan dokter, kamu bisa mengobatinya menggunakan air garam.
Dilansir dari Sehatq.com, berikut cara mengobati dan mencegah peradangan akibat infeksi jamur menggunakan air garam.
1. Campur satu sdt garam dalam satu gelas besar air (480ml).
2. Gunakan air garam untuk membersihkan miss V dan area di sekitarnya.
3. Kamu pun bisa berendam dengan air garam selama 10 menit.
Jangan mencampur air garam dengan sabun atau berendam dengan larutan tersebut terlalu lama. Bersihkan kembali miss V setelah menggunakan air garam.
Selain air garam, kamu bisa menggunakan obat salep anti jamur seperti miconazole dan terconazole untuk mengatasi infeksi jamur pada miss V.
Obat minum dosis tunggal juga bisa mengatasi infeksi jamur. Namun, tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil.
Cegah infeksi jamur pada miss V agar lebih aman dengan mengontrol konsumsi makanan dan minuman manis maupun dalam kemasan, menggunakan pakaian dalam yang longgar maupun berbahan katun, menghindari pakaian lembap, mengonsumsi antibiotik seperlunya serta tidak menggunakan pewangi miss V.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya