Bersiaplah! Deretan Kota Ini Akan Alami Hari Tanpa Bayangan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 10 September 2019 13:02
Bersiaplah! Deretan Kota Ini Akan Alami Hari Tanpa Bayangan
Indonesia yang terletak di khatulistiwa

Dream - Matahari mengalami kulminasi utama, atau fenomena posisi matahari paling tinggi di langit. Pada saat itu, matahari akan berada di titik di atas kepala atau titik zenit.

Efek ini membuat bayangan benda akan terlihat `menghilang` karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator membuat kulminasi utama matahari terjadi dua kali dalam setahun. Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kulminasi utama matahari di atas khatulistiwa terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 05.00 WIB dan 23 September 2019 pukul 14.51 WIB.

" Adapun untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2019, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2019, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB," tulis BMKG.

Secara umum, kata BMKG, kulminasi utama matahari di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Seba, Nusa Tenggara Timur, hingga 5 April di Sabang, Aceh. Kuliminasi utama kedua telah terjadi pada 8 September di Sabang, Aceh dan 21 Oktober 2019 di Seba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk mengecek daftar hari tanpa bayangan di kotamu, klik di tautan ini

1 dari 6 halaman

Foto Viral Stasiun Luar Angkasa Raksasa Terlihat Sangat Mini Dekat Matahari

Dream - Sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan pikiran, manusia telah menciptakan berbagai macam benda dalam ukuran yang sangat besar hingga layak disebut raksasa.

Salah satu ciptaan manusia berukuran raksasa itu adalah International Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Berbobot 419 ton, ISS ini memiliki ukuran panjang 72,8 meter, lebar 108,5 meter, dan tinggi 20 meter.

Dengan ukuran yang luar biasa, ISS adalah objek berawak terbesar yang pernah dikirim ke orbit Bumi, menurut Popular Mechanics.

Namun, betapa pun besarnya ciptaan manusia tetap kalah dari Sang Pencipta yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT.

2 dari 6 halaman

Sangat Kecil Dibandingkan dengan Matahari

Sebuah foto luar angkasa terbaru yang beredar baru-baru ini memperlihatkan betapa lemah dan kecilnya manusia.

Dengan latar belakang Matahari yang besar dan bercahaya merah membara, teknologi raksasa ciptaan manusia ini ternyata sangat kecil.

Sebuah foto yang diambil di siang hari bolong oleh fotografer Rainee Colacurcio menunjukkan betapa kecilnya ISS dibandingkan dengan Matahari.

Foto yang diposting di Twitter Colacurcio sebelum diterbitkan di situs Astronomi Picture of the Day (APOD) itu baru-baru ini viral di dunia maya.

3 dari 6 halaman

Bisa Dikira Bintik Matahari

Dengan menggunakan teleskop surya khusus, Colacurcio dapat memotret ISS yang sedang bergerak di antara Bumi dan Matahari secara bersamaan.

Siluet berbentuk huruf H dari ISS awalnya terlihat seperti titik gelap di depan bintang raksasa yang menyilaukan tersebut.

ISS berukuran raksasa terlihat sangat kecil di depan Matahari.© Twitter / Rainee Colacurcio

ISS bahkan hampir tidak dapat dilihat dengan latar belakang yang terang. Sekilas, siluet ISS yang gelap akan dikira bintik Matahari.

Namun berbeda bayangan ISS, bintik Matahari memiliki pusat yang gelap tapi dikelilingi oleh area teduh yang sedikit lebih terang.

4 dari 6 halaman

Permukaan Matahari Terlihat 'Flawless'

Untuk menghasilkan gambar spektakuler itu, Colacurcio menggunakan teknik superimposed dari dua foto berbeda yang diambil pada saat yang sama.

Pertama dia menangkap gambar ISS saat bergerak melintasi Matahari. Setelah itu dia mengambil gambar detail permukaan Matahari.

Alasan mengapa permukaan Matahari itu begitu 'flawless' atau tanpa noda adalah karena pada dasarnya tidak ada area gelap yang terlihat jelas di permukaan bintang kita itu.

Hal itu karena matahari saat ini sedang mengalami masa minimum. Yaitu periode saat matahari menjalani aktivitas yang paling sedikit dalam siklus matahari yang berlangsung selama 11 tahun.

" Sehingga, jumlah bintik matahari yang muncul selama masa minimum sebelumnya dan saat ini sangat rendah," jelas penulis dari APOD.

Sumber: Business Insider

5 dari 6 halaman

Abaikan Terik Matahari, Teknisi Sholat Beralas Baja di Atap Gedung

Dream - Seorang teknisi membuat para pengguna media sosial di Singapura terharu. Meski sedang sibuk bekerja, teknisi itu tidak meninggalkan sholat.

Sebuah foto yang diunggah Phoebe Olivia langsung menarik perhatian netizen. Foto tersebut memperlihatkan seorang pria sedang bersujud.

Dikutip dari Siakapkeli, yang menarik perhatian bukan posisi pria itu, namun tempat sujudnya. Tidak di masjid atau mushola, melainkan di atap sebuah gedung.

Sholat di atas atap© Facebook

Selain itu, tempat sujud teknisi itu bukanlah lantai keras melainkan selembar atap baja yang disangga oleh dua batang kayu. Sementara di bawahnya adalah seng yang gelombang yang sudah terpasang.

Pria teknisi tersebut sholat dalam keadaan tanpa peneduh dan masih memakai baju khusus. Terik matahari yang menyengat seperti diabaikan begitu saja.

" Saya merasa sangat tersentuh, saya lihat pekerja ini masih menunaikan sholat meskipun dalam cuaca panas. Jangan lupa bersyukur setiap waktu dalam kehidupan kita," tulis Phoeber Olivia.

6 dari 6 halaman

Netizen Tersentuh

Unggahan itu mendapat banyak sekali tanggapan dari netizen. Banyak yang terharu dengan unggahan tersebut.

" Setelah melihat foto ini, airmata saya keluar," tulis @Riyad After.

" Saya sangat tersentuh dengan foto ini dan membuat saya menangis," tulis MJ Maurice,

" Tak peduli seberapa berat hidup ini, jika kita ingat pada-Nya, Dia akan ada untukmu," tulis @Maman Suradi.

" Masya Allah, pemandangan yang indah. Tidak peduli apa yang kita lakukan dalam hidup, kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta," tulis @Mohd Ameer.

Beri Komentar