Awas! Suhu Udara Meningkat Saat Terjadi Hari Tanpa Bayangan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 9 Oktober 2019 10:00
Awas! Suhu Udara Meningkat Saat Terjadi Hari Tanpa Bayangan
Fenomena alam yang biasa terjadi.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, memprediksi terjadinya peningkatan suhu udara di Surabaya, Jawa Timur, saat terjadi hari tanpa bayangan. Saat terjadi kulminasi tersebut, suhu udara akan meningkat 0,5-1 derajat Celcius dari normalnya.

" Kalau suhu tertinggi yang pernah terjadi di Surabaya 36,8 derajat Celcius. Kalau sekarang tiga hari terakhir di Surabaya maksimum 35 derajat Celcius. Suhu udara di kisaran 35-36 derajat Celcius," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 9 Oktober 2019.

Menurut Teguh, Surabaya akan mengalami hari tanpa bayangan atau kulminasi pada 12 Oktober 2019 pukul 11.15 WIB.

Teguh mengatakan, Surabaya masih mengalami musim kemarau dan belum masuk pancaroba. Dia mengingatkan, ketika kulminasi terjadi dengan posisi matahari tepat berada di atas kepala merupakan posisi terdekat sehingga diwaspadai peningkatan suhu.

Kondisi ini, kata dia, berpotensi menyebabkan dehidrasi.

1 dari 6 halaman

Peristiwa Tahunan

Kulminasi, kata Teguh, merupakan fenomena biasa. Setiap tahun terjadi kulminasi atau hari tanpa bayangan. Kulminasi merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat. Fenomena itu disebut sebagai kulimasi utama.

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenith. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat " menghilang" karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Sumber: Liputan6.com/Agustina Melani

 

2 dari 6 halaman

Siap-Siap, Jakarta dan Serang Besok Alami Hari Tanpa Bayangan

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa kota di Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Akhmad Taufan Maulana menjelaskan, hari tanpa bayangan itu disebabkan karena matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

" Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama," ujar Taufan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 8 Oktober 2019.

Lebih lanjut, kata Taufan, hari tanpa bayangan disebabkan karena bidang rotasi bumi tidak berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi. Maka dari itu, matahari dari bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5 Lintang Utara (LU) sampai dengan 23,5 Lintang Selatan (LS).

Dengan adanya fenomena tersebut, beberapa kota di Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan yakni pada 9 Oktober 2019 di Serang, Banten pukul 11.42 WIB dan Jakarta Pusat pukul 11.40 WIB.

Kemudian pada 11 Oktober 2019 di Bandung, Jawa Barat Pukul 11.25 WIB dan Semarang, Jawa Tengah pukul 11.20 WIB.

Pada 12 Oktober 2019 di Surabaya, Jawa Timur pukul 11.15 WIB dan pada 13 Oktober 2019 pukul 11.24, Yogyakarta juga akan mengalami hari tanpa bayangan.

3 dari 6 halaman

Bersiaplah! Deretan Kota Ini Akan Alami Hari Tanpa Bayangan

Dream - Sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan pikiran, manusia telah menciptakan berbagai macam benda dalam ukuran yang sangat besar hingga layak disebut raksasa.

Salah satu ciptaan manusia berukuran raksasa itu adalah International Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Berbobot 419 ton, ISS ini memiliki ukuran panjang 72,8 meter, lebar 108,5 meter, dan tinggi 20 meter.

Dengan ukuran yang luar biasa, ISS adalah objek berawak terbesar yang pernah dikirim ke orbit Bumi, menurut Popular Mechanics.

Namun, betapa pun besarnya ciptaan manusia tetap kalah dari Sang Pencipta yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT.

4 dari 6 halaman

Foto Viral Stasiun Luar Angkasa Raksasa Terlihat Sangat Mini Dekat Matahari

Sebuah foto luar angkasa terbaru yang beredar baru-baru ini memperlihatkan betapa lemah dan kecilnya manusia.

Dengan latar belakang Matahari yang besar dan bercahaya merah membara, teknologi raksasa ciptaan manusia ini ternyata sangat kecil.

Sebuah foto yang diambil di siang hari bolong oleh fotografer Rainee Colacurcio menunjukkan betapa kecilnya ISS dibandingkan dengan Matahari.

Foto yang diposting di Twitter Colacurcio sebelum diterbitkan di situs Astronomi Picture of the Day (APOD) itu baru-baru ini viral di dunia maya.

5 dari 6 halaman

Bisa Dikira Bintik Matahari

Dengan menggunakan teleskop surya khusus, Colacurcio dapat memotret ISS yang sedang bergerak di antara Bumi dan Matahari secara bersamaan.

Siluet berbentuk huruf H dari ISS awalnya terlihat seperti titik gelap di depan bintang raksasa yang menyilaukan tersebut.

 ISS berukuran raksasa terlihat sangat kecil di depan Matahari.© Twitter / Rainee Colacurcio

ISS bahkan hampir tidak dapat dilihat dengan latar belakang yang terang. Sekilas, siluet ISS yang gelap akan dikira bintik Matahari.

Namun berbeda bayangan ISS, bintik Matahari memiliki pusat yang gelap tapi dikelilingi oleh area teduh yang sedikit lebih terang.

6 dari 6 halaman

Permukaan Matahari Terlihat 'Flawless'

Untuk menghasilkan gambar spektakuler itu, Colacurcio menggunakan teknik superimposed dari dua foto berbeda yang diambil pada saat yang sama.

Pertama dia menangkap gambar ISS saat bergerak melintasi Matahari. Setelah itu dia mengambil gambar detail permukaan Matahari.

Alasan mengapa permukaan Matahari itu begitu 'flawless' atau tanpa noda adalah karena pada dasarnya tidak ada area gelap yang terlihat jelas di permukaan bintang kita itu.

Hal itu karena matahari saat ini sedang mengalami masa minimum. Yaitu periode saat matahari menjalani aktivitas yang paling sedikit dalam siklus matahari yang berlangsung selama 11 tahun.

" Sehingga, jumlah bintik matahari yang muncul selama masa minimum sebelumnya dan saat ini sangat rendah," jelas penulis dari APOD.

Sumber: Business Insider

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin