Bioskop Taman Ismail Marzuki Tak Lagi Beroperasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 20 Agustus 2019 12:00
Bioskop Taman Ismail Marzuki Tak Lagi Beroperasi
Taman Ismail Marzuki kini sedang menjalani proses revitalisasi.

Dream - Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, tidak lagi beroperasi terhitung sejak Senin 19 Agustus 2019. Salah satu tempat hiburan favorit warga Jakarta itu tidak lagi memutar film.

" Bukan permanen tidak aktif, itu kontraknya sudah selesai," ujar Kelapa Unit Pengelola TIM, Imam Hadi Purnomo, dikutip dari , Selasa 20 Agustus 2019.

Saat ini, pengelola sedang mengeluarkan sejumlah properti dari ruang yang ditempati bioskop tersebut. Nantinya, gedung lokasi bioskop, Gedung Galeri Cipta III, akan diratakan lalu diganti dengan Gedung Teater Graha Bakti Budaya dengan kapasitas 2.000 kursi penonton.

 Bioskop TIM

Bioskop XXI TIM yang tak lagi beroperasi (Merdeka.com)

Menurut Imam, masih ada kemungkinan XXI untuk kembali menjalin kontrak dengan TIM. Jika terjadi, kemungkinan letak bioskop akan dipindah ke depan.

" Bioskop dan Cinema rencananya akan dibuatkan bangunan baru di bagian depan TIM yang saat ini ditempati Perpustakaan Cikini sehingga lebih nyaman dan representatif dibanding saat ini," kata Imam.

1 dari 5 halaman

Simpan Banyak Kenangan

Lebih lanjut, Imam meminta masyarakat untuk bersabar. Saat ini, TIM sedang dalam proses revitalisasi dan diharapkan akan selesai pada 2021.

Berhenti beroperasinya Bioskop XXI TIM disayangkan sejumlah pihak. Ini mengingat bioskop di TIM merupakan tempat favorit warga yang ingin menonton film sekaligus kongkow.

 Bioskop TIM

Teras Bioskop XXI TIM (Merdeka.com)

" Sayang banget, padahal suasananya udah asyik dan tempatnya juga strategis. Enggak ada anak-anak alay dan nonton enggak berisik," kata salah satu pengunjung yang kerap datang ke Bioskop XXI TIM, Putri.

Hal serupa juga disampaikan Rizki, pengunjung yang juga alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menurut dia, keberadaan bioskop TIM berperan penting bagi para mahasiswa IKJ yang ingin menyaksikan film di bioskop.

" Suasananya juga enak, dalam arti kita nggak perlu masul mall," kata Rizki.

Sumber: /Lia Harahap

2 dari 5 halaman

Tim Renang DKI Jakarta Tertahan di Bandara Hong Kong

Dream - Pendudukan Bandara Internasional Hong Kong oleh ribuan demonstran pro-demokrasi membuat aktivitas penerbangan lumpuh total. Tidak ada pesawat yang lepas landas maupun mendapat di bandara tersebut sejak Senin sore, 12 Agustus 2019.

Tim renang DKI Jakarta mengalami dampak dari pendudukan tersebut. Mereka tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran seluruh jadwal penerbangan dibatalkan.

Anggota Tim Renang DKI Jakarta, Putera Randa, mengatakan awalnya dia dan tim dijadwalkan pulang ke Indonesia pada Senin kemarin. Hingga saat ini mereka masih harus menunggu jadwal penerbangan kembali normal.

" Seharusnya jadwal penerbangan kemarin, jam 7 malam menggunakan Cathay Pacific," ujar Randa, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Putera mengatakan dia dan rekan-rekannya menginap di Konsulat Jenderal Hong Kong semalam. Pagi ini sudah ada di bandara untuk melihat jadwal penerbangan," kata Randa.

Menurut Randa, tidak hanya tim renang DKI Jakarta yang gagal pulang. Sejumlah atlet dari negara lain mengalami nasib sama.

" Ada atlet dari Thailand dan Filipina yang saya lihat masih ada di airport," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Aktivitas Terhambat

Petugas Pelaksanan Humas KJRI Hong Kong, Mandala Purba, mengatakan seluruh tim renang yang sempat menginap di KJRI sudah berangkat ke bandara pukul 10.00 waktu setempat. Menurut dia, para atlet dan pelatih tersebut akan memeriksa jadwal penerbangan.

" Ada sejumlah pekerja yang belum bisa pulang dan ada juga beberapa WNI yang hendak menuju negara lain masih terhambat perjalanannya," kata dia.

Mandala mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Hong Kong. Juga terus memberikan pendampingan kepada WNI.

" Beberapa pihak dari KJRI Hong Kong turut mendampingi para WNI yang masih beradi di bandara menunggu jadwal penerbangan," kata Mandala.

Sumber: Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty

4 dari 5 halaman

Cara Pemprov DKI Bersihkan Udara Jakarta

Dream - Dalam beberapa hari ini kualitas udara Jakarta menjadi yang sangat buruk di dunia, khususnya ketika pagi hari. Buruknya udara di Jakarta disumbangkan dari polusi kendaraan bermotor dan industri.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespon hal itu. Ia meluncurkan aplikasi e-uji emisi yang datanya terintegrasi dengan database hasil uji emisi kendaraan di Ibu Kota, nantinya setiap kendaraan bisa diketahui sudah melakukan uji emosi atau belum.

" Ke depan, seluruh kedaraan pribadi maupun angkutan umum yang beroperasi di wilayah Jakarta diwajibkan lulus uji emisi," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Ia mengatakan, dalam aplikasi e-uji emisi juga memiliki fitur terkait peraturan uji emisi, ada juga informasi lokasi bengkel tempat pelaksanaan uji emisi.

Aturan untuk melakukan uji emisi juga tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Menurut Andono, Pemrprov DKI Jakarta tengah menyusun Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor, yang mengharuskan setiap kendaraan harus melakukan uji emisi.

" Jika sebelumnya status kelulusan uji emisi menggunakan sticker yang ditempel di bagian depan kendaraan. Ke depan, status kelulusan cukup diketahui oleh petugas maupun pemilik kendaraan melalui fitur ‘cek hasil’ di aplikasi e-uji emisi. Aplikasi ini langsung terhubung dengan database di Dinas Lingkungan Hidup," ucap dia.

(Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

5 dari 5 halaman

Baru 5,6 Persen Mobil yang Sudah Uji Emisi

Dari data Dinas Lingkungan Hidup per Juli 2019, hanya ada 196.440 mobil dari totoal 3,5 juta atau baru 5,6 persen yang sudah melakukan uji emisi.

Berdasarkan data tersebut juga diketahui baru tersedia bengkel yang bisa memberikan layanan uji emisi. Menurut Andono, idealnya bengkel yang tersedia itu ada 933.

" Diperlukan penambahan fasilitas pelaksana uji emisi sebanyak 778 unit dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kami menyusun revisi regulasi ini," kata dia.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo