Ini Waktu Kritis Agar Lolos dari Amuk Tsunami Gunung Anak Krakatau

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 27 Desember 2018 07:00
Ini Waktu Kritis Agar Lolos dari Amuk Tsunami Gunung Anak Krakatau
Indonesia tak punya sistem pendeteksi tsunami dari erupsi gunung api.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut penyebab tsunami yang berpusat di Selat Sunda diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam erupsi itu, lereng seluas 64 hektar di Gunung Anak Krakatau jatuh dan menyebabkan longsoran di bawah laut hingga timbul tsunami.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut, para korban yang berada di sekitar pantai kawasan Selat Sunda hanya memiliki waktu 24 menit untuk menyelamatkan diri pasca longsoran laut terjadi sebelum air tsunami tiba ke daratan.

" Tsunami di Gunung Anak Krakatau sebenarnya ada tenggat waktu 24 menit dari longsoran sampai menerjang ke pantai," ujar Sutopo di kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Tapi, kata Sutopo, evakuasi itu tidak dilakukan oleh masyarakat karena tidak ada peringatan datangnya tsunami.

Menurut Sutopo, saat ini tidak Indonesia tidak memiliki sistem untuk mendeteksi datangnya tsunami yang bersumber dari erupsi gunung api.

" Kita tidak memilik alat pendeteksi sistem informasi sehingga tidak ada warning ke masyarakat, (sehingga) masyarakat tidak melakukan evakuasi," ucap dia.

Saat ini, BNPB mencatat sudah ada 430 orang meninggal dunia dalam musibah ini korban luka-luka mencapai 1.495 orang, hilang 159 orang dan masyarakat yang mengungsi akibat musibah ini mencapai 21.991 orang.(Sah)

Beri Komentar