Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Warga di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya mengklaim mendengar suara dentuman. Beberapa diantara warga yang mendengar menuliskan kabar itu di media sosial miliknya.
Basyarul Hanifan, pemilik akun Twitter @aentaryz mengaku mendengar suara dentuman. "Temen-temen di Bandung ada yang denger suara dentuman barusan?" tulisnya.
temen-temen di Bandung ada yang denger suara dentuman barusan?
— Basyarul Hanifan (@aentaryz)December 25, 2018
Dikutip dari Pojoksatu.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengaku mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk memastikan dentuman tersebut.
"Kami pun sama tidak tahu, tapi saat ini sedang kami cari asal suara tersebut, dan memang dari beberapa masyarakat mengatakan, dari arah laut namun kami belum bisa memeastikan suara tersebut berasal," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno.
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, meski mendengar kabar dentuman itu, BMKG belum dapat menjelaskan mengenai fenomena apa yang terjadi. Kondisi itu lantaran sensor BMKG tak mendeteksi fenomena yang didengar warganet tersebut.
"Saya juga dengar informasi di Cianjur sama Sumatera Selatan. Kalau dari logika begitu itu mendengar semua. Pasti sensor kami mencatat semua. Tapi, sensor kami nggak mendeteksi," kata Rahmat kepada Liputan6.com.
Rahmat menyebut, suara dentuman itu bukan berasal dari gempa.
Rahmat meminta masyarakat, memastikan terlebih dahulu validitas suara yang didengar. Sebab, penyebaran kabar sesat kerap muncul setelah bencana terjadi.
"Ini biasa begini, selalu dan selalu. Kalau ada bencana begini, ada hoaks. Orang mau menghubungkan supaya viral, menimbulkan panik, orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi supaya panik nanti penjarahan," kata dia. (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Tak Harus Gula Pasir, Ini 5 Pemanis Kopi yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Berat Badan Naik Padahal Merasa Makan Sedikit? Ini 9 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?