Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang terjadi di laut bagian barat Pulau Sumatera pada Rabu malam, 2 Maret 2016, berpusat di Samudera Hindia. Sehingga, gempa itu seharusnya disebut sebagai gempa Samudera Hindia, bukan gempa Mentawai.
" Mari kita sepakati penyebutannya. Bukan gempa Mentawai, tetapi gempa Samudera Hindia, sebab letak gempa yang berada di Samudera Hindia," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di kantornya, Kamis, 3 Maret 2016.
Sutopo menyebut pusat gempa berada di posisi 4,90° LS 94,24° BT atau berada pada titik 808 Kilometer arah barat daya Kota Padang, Sumatera Barat. Titik itu berada di Investigator Fracture Zone (IFZ).
Zona IFZ yang memiliki karakter lempeng mendatar. Sehingga, menurut Sutopo, gempa semalam berpotensi kecil memicu tsunami. " Tsunami terjadi jika lempeng vertikal saling bergesekan atau cesar naik. Sedangkan yang kemarin hanya cesar geser," ucap dia.
Selanjutnya, kata Sutopo, analisis tersebut lantas menjadi dasar Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan terjadinya tsunami. Peringatan yang dikeluarkan kemarin sekitar pukul 19.49 WIB dicabut pada pukul 22.34 WIB.
Meski begitu, masyarakat Mentawai yang telah mengungsi ke tempat tinggi hingga kini enggan turun dari lokasi yang lebih tinggi. Ini lantaran hingga pagi hari ini pukul 09.28 WIB masih terjadi 11 kali gempa susulan berkekuatan kecil.
Sutopo mengatakan gempa susulan seperti itu wajar terjadi. Sebab, usai gesekan besar biasanya terjadi penyesuaian lempeng bumi. " Gempa-gempa kecil itu terjadi karena lempeng-lempeng itu merecovery dirinya agar imbang," ujar Sutopo.
Sementara terkait soal korban, Sutopo mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan. Demikian pula mengenai kerusakan yang terjadi. " Dari 64 kabupaten dan kota, semua melaporkan tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya