Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Bocah lima tahun di Sampit, Kotawaringan Timur, Kalimantan Tengah, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan pada Minggu, 23 Agustus 2020. Dia mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Anak tersebut diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dugaan pelaku mengarah kepada ibu dan ayah tirinya.
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Zaldy Kurniawan, menjelaskan kasus ini masih dalam penyelidikan.
" Kemarin anggota juga ada yang ke rumah sakit, masalah ini sedang kami selidiki," kata Zaldy, dikutip dari Liputan6.com.
Bocah itu ditemukan dengan kondisi leng kiri diperban, diduga mengalami patah. Luka lebam ditemukan di kening dan pipi serta beberapa anggota tubuh lain diduga akibat tindak kekerasan.
" Anak itu sebelumnya bersama dengan seorang perempuan. Akan tetapi, tidak kelihatan jelas mukanya karena menggunakan masker," kata Sri, warga yang tinggal di Jalan Kopi Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Sebuah video mengenai kondisi bocah tersebut tersebar di media sosial. Dalam video itu, bocah tersebut menceritakan penyebab luka yang dia alami.
Bocah itu juga terlihat menahan rasa sakitnya. Membuat orang tidak tega melihat kondisinya.
Dalam video tersebut pula, si bocah juga menyebutkan alamat rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Bamaang. Tetapi, dia tidak berani pulang dan meminta tolong diantarkan karena merasa trauma.
Peristiwa ini langsung dilaporkan ke kepolisian. LSM Lentera Kartini yang selama ini konsen dalam isu perempuan dan anak segera terjun mendampingi korban.
" Anak itu sudah dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk diobati dan dirontgen karena tangannya diduga patah. Tadi berbagi tugas, ada yang mendampingi anak itu ke rumah sakit dan ada yang berkoordinasi ke Polres Kotawaringin Timur," kata Ketua LSM Lentera Kartini, Forisni Aprilista.
Bocah tersebut menjalani perawatan di rumah sakit. Dia akan diantarkan ke rumah datuknya dan LSM Lentera Kartini akan terus memantau kondisi anak itu.
Akun Instagram @lambe_turah mengunggah video pria dan wanita berada di kantor polisi. Keduanya merupakan ayah tiri dan ibu kandung dari bocah tersebut.
Polisi menangkap keduanya beberapa jam setelah mendapatkan laporan kasus KDRT yang dialami bocah tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya