Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kata WHO Soal Uji Klinis Obat Covid-19 Buatan Unair

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 Agustus 2020 14:30
Kata WHO Soal Uji Klinis Obat Covid-19 Buatan Unair
Obat buatan Unair menuai polemik, uji klinisnya dianggap bermasalah.

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan tanggapan mengenai uji klinis obat Covid-19 buatan Universitas Airlangga bersama TNI AD, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).

" Kami belum melihat atau meninjau data untuk penelitian dan uji klinis itu. Oleh karena itu, kami tidak dapat memberikan komentar khusus tentang masalah ini," kata Perwakilan WHO untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, dikutip dari Merdeka.com.

Sementara, Rektor Unair, Mohammad Nasih, enggan memberikan keterangan mengenai data uji klinis obat sudah diserahkan ke WHO atau belum. Dia hanya mengatakan data uji klinis saat ini sedang dievaluasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

" BPOM sedang menelaah laporan penelitian kami," ucap Nasih.

 

1 dari 2 halaman

Harus Dilaporkan ke WHO

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan setiap hasil riset kesehatan, termasuk obat Covid-19, harus dilaporkan ke WHO. Apalagi jika obat tersebut menjadi temuan pertama.

" Tentu kalau kita sudah memiliki contoh yang baik dan belum ada di dunia pasti harus dilaporkan kepada WHO," kata Wiku.

Dia juga mengingatkan penelitian mengenai obat Covid-19 harus melalui kaji etik. Pengembangannya juga harus menerapkan protokol uji klinis yang ketat.

" Sehingga itu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan karena berdasarkan evidence atau bukti," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

BPOM Nilai Tak Valid

Kepala BPOM, Penny K Lukito, mengatakan pihaknya mendapati hasil uji klinis atas obat Covid-19 dari Unair belum valid.

" Status yang kami nilai adalah masih belum valid jika dikaitkan dengan hasil inspeksi kami," kata Penny.

BPOM menyatakan obat Covid-19 Unair bersama TNI AD, Polri dan BIN belum memenuhi prosedur uji klinis. Salah satunya pengujian secara acak yang tidak dilakukan oleh Unair.

Sumber: Merdeka.com/Supriatin.

Beri Komentar