Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi Jenazah (Foto: Shutterstock)
Dream - Awaludin Kaman, penebang pohon berusia 68 tahun asal Rembau, Negeri Sembilan, Malaysia, meninggal saat berada di atas pohon bidara setinggi 30 meter di Kampung Kundur Hilir, Kami 19 Agustus 2020.
Menurut laman World of Buzz, jenazah Awaludin dievakuasi petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 15.13 sore.
Rekan Awaludin, Uwish Kurni Mohd Mahfuz (27), menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berada di bawah, sementara korban yang biasa disapa Cik Y atau Atok berada di atas pohon.

“ Kami sudah lama tidak menebang pohon tapi tiba-tiba pagi ini Cik Y cukup bersemangat dan memanggil saya untuk menebang pohon. Ini adalah pohon bidara ke tiga yang dia tebang hari ini," jelas Uwish.
Uwish mengaku sempat khawatir saat melihat Awaludin diam dan terkulai di atas pohon. Ia segera memanjat dan mengikat Cik Y ke pohon tersebut agar tidak terjatuh.
Mohd. Hafizuddin Rozaimi, 20 tahun, adalah anak didik Cik Y. Ia menceritakan bahwa Atok bahkan sempat bercanda dengannya meminta untuk belajar memanjat dan menebang pohon.

Cik Y adalah seorang pemotong pohon yang berpengalaman dan telah melakukan pekerjaan ini selama beberapa dekade.
“ Tidak lama setelah itu, Atok berhenti merespons bahkan setelah kami memanggilnya berkali-kali,” katanya.
Paramedis menyatakan dia meninggal di atas pohon. Kapolsek Rembau, Wakil Inspektur Anuar Bakri Abdul Salam membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa jenazah dibawa ke Rumah Sakit Tuanku Jaafar untuk diotopsi.
Untuk saat ini penyebab kematian diklasifikasikan sebagai sindrom kematian mendadak.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya