Bocah Pengungsi Suriah Dampingi Cristiano Ronaldo

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 6 Desember 2015 16:36
Bocah Pengungsi Suriah Dampingi Cristiano Ronaldo
Zaid adalah putra dari Osama Abdel-Muhsin Alghadab, pria yang menjadi korban jegalan juru kamera wanita Hungaria, Laszlo Petra..

Dream - Beberapa waktu yang lalu klub sepakbola Spanyol Real Madrid tengah menjamu Granada dalam ajang kompetisi La Liga Spanyol. Sekilas, pertandingan ini tampak seperti pertandingan biasa.

Tetapi, ada yang menarik tatkala salah satu pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo masuk ke dalam lapangan. Dia diantarkan oleh seorang bocah bernama Zaid Abdel-Muhsen Alghadab.

Bebebapa bulan lalu, dunia heboh karena aksi penjegalan yang dilakuka oleh seorang juru kamera wanita yang bekerja di N1TV, Laszlo Petra kepada seorang pria yang tengah menggendong anaknya. Akibatnya, pria dan anaknya itu jatuh tersungkur. Insiden itu terjadi saat ribuan pengungsi Suriah mencoba menerobos blokade polisi di perbatasan Hungaria.

Zaid adalah putra dari Osama Abdel-Muhsin Alghadab, pria yang menjadi korban jegalan Laszlo. Bocah itu lantas diberi kepercayaan oleh klub mendampingi Cristiano Ronaldo.

Dia bersama ayah dan kakaknya mendapat undangan ke ibukota Spanyol pada sabtu malam kemarin. Undangan itu dilayangkan sebagai kampanye dukungan bagi para pengungsi Suriah diterima di Eropa.

Keluarga Alghadab tiba di Spanyol pekan lalu bersama beberapa karyawan sekolah sepakbola yang ditugasi mencari mereka. Pengelola sekolah sepakbola tahu Osama adalah pelatih berprestasi di Suriah, sehingga mereka ingin membantu mengembalikan kehidupan pria itu dengan tawaran menjadi pelatih di Negeri Matador.

Dalam sebuah foto, Zaid tampak begitu bahagia bisa berdiri di samping pemain sepakbola terkenal di dunia itu. Dia mengenakan kostum yang didedikasikan sebagai dukungan kepada para pengungsi Suriah yang tiba di Eropa setelah melarikan diri dari situasi yang mengerikan.

Laga itu berbuah kemenangan Real Madrid atas Granada dengan skor 1-0. Osama dan anak-anaknya begitu bangga melihat Zaid bisa berdiri di samping pemain idolanya.

Sumber: dailymail.co.uk

1 dari 3 halaman

Aksi Memalukan Juru Kamera Jegal Kaki Pengungsi Suriah Dikecam

Dream - Seorang juru kamera wanita (camerawomen) dipecat karena melakukan aksi memalukan. Dia diketahui menjegal kaki seorang pengungsi yang tengah menggendong anaknya.

Si pengungsi memang tengah berusaha kabur dari kejaran polisi Hungaria.

Mengutip laman Dailymail.co.uk, Rabu, 9 September 2015, juru gambar wanita yang bekerja untuk stasiun televisi Hungaria, N1TV tengah mengambil gambar kerumunan pengungsi Suriah yang tengah berlari di sebuah lapangan di kamp Roszke dekat perbatasan Hungaria-Serbia.

Yang mengejutkan, juru gambar itu tertangkap gambar menjegal kaki seorang ayah yang tengah menggendong anaknya dan putus asa melarikan diri dari kejaran polisi.

Sebuah gambar memperlihatkan pengungsi tersebut jatuh ke tanah dengan anak yang masih berada dalam pangkuannya.

Setelah video dan berita running teks beredar di sejumlah media, stasiun televisi tersebut memutuskan untuk memecat juru kamera wanita tersebut.

Sebuah pernyataan di website stasiun televisi ini menyebutkan, " Hari ini, rekan N1TVmelakukan hal yang tak bisa diterima di pusat kamp Roeszke. Juru kamera itu telah diberhentikan dengan segera."

Tak ayal netizen di media sosial juga geram dengan ulah juru kamera tersebut. Mereka menilai aksi juru kamera tersebut memalukan.

2 dari 3 halaman

Juru Kamera Wanita Penjegal Pengungsi Suriah Minta Maaf

Dream - Juru kamera wanita Hungaria, Petra Laszlo menarik permohonan maaf dan berencana akan menggugat pengungsi yang sempat dia jegal, Osama Abdul Mohsen. Padahal, tindakannya terekam dengan jelas dalam kamera dan tersebar di dunia maya.

Atas tindakan tersebut, Laszlo dipecat dari pekerjaan sebagai juru kamera di stasiun televisi N1TV. Dia dinilai telah melakukan perbuatan tidak pantas.

Gugatan tersebut dilayangkan dengan alasan Mohsen mengubah kesaksiannya, dengan awalnya menyalahkan polisi.

" Dia mengubah kesaksiannya karena di awal dia menyalahkan polisi. Suami saya ingin menunjukkan saya tidak bersalah," ujar Laszlo kepada harian Rusia Izvestia, dikutip Dream dari metro.co.uk, Rabu, 21 Oktober 2015.

" Bagi dia, sekarang masalah kehormatan," kata dia, yang sangat jelas dalam video menjegal pengungsi.

Dia juga ingin mengambil tindakan hukum terhadap Facebook. Ini lantaran Facebook tidak menghapus komentar berisi ancaman.

Laszlo tertangkap kamera menjegal Mohsen yang tengah mengendong anak laki-lakinya yang masih kecil oleh jurnalis lain pada 8 September 2015 di dekat Roske, wilayah perbatasan Hungaria.

Video kedua segera tersebar, menunjukkan dia menendang lagi dua orang pengungsi lainnya. Salah satunya adalah anak kecil.

Dia sempat beralasan tindakan kekerasan itu terjadi disebabkan rasa takut. Dia sempat berpikir untuk pindah domisili karena merasa tertekan di Hungaria. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Juru Kamera Wanita `Penjegal` Gugat Pengungsi Suriah

Dream - Juru kamera wanita Hungaria, Petra Laszlo menarik permohonan maaf dan berencana akan menggugat pengungsi yang sempat dia jegal, Osama Abdul Mohsen. Padahal, tindakannya terekam dengan jelas dalam kamera dan tersebar di dunia maya.

Atas tindakan tersebut, Laszlo dipecat dari pekerjaan sebagai juru kamera di stasiun televisi N1TV. Dia dinilai telah melakukan perbuatan tidak pantas.

Gugatan tersebut dilayangkan dengan alasan Mohsen mengubah kesaksiannya, dengan awalnya menyalahkan polisi.

" Dia mengubah kesaksiannya karena di awal dia menyalahkan polisi. Suami saya ingin menunjukkan saya tidak bersalah," ujar Laszlo kepada harian Rusia Izvestia, dikutip Dream dari metro.co.uk, Rabu, 21 Oktober 2015.

" Bagi dia, sekarang masalah kehormatan," kata dia, yang sangat jelas dalam video menjegal pengungsi.

Dia juga ingin mengambil tindakan hukum terhadap Facebook. Ini lantaran Facebook tidak menghapus komentar berisi ancaman.

Laszlo tertangkap kamera menjegal Mohsen yang tengah mengendong anak laki-lakinya yang masih kecil oleh jurnalis lain pada 8 September 2015 di dekat Roske, wilayah perbatasan Hungaria.

Video kedua segera tersebar, menunjukkan dia menendang lagi dua orang pengungsi lainnya. Salah satunya adalah anak kecil.

Dia sempat beralasan tindakan kekerasan itu terjadi disebabkan rasa takut. Dia sempat berpikir untuk pindah domisili karena merasa tertekan di Hungaria. (Ism) 

Beri Komentar
Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker