Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Bom Bunuh Diri Di Polrestabes Medan (Foto: Istimewa)
Dream - Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Kejadian ini berlangsung pada Rabu 13 November 2019 pukul 08.45.
Dikutip dari Liputan6.com, bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang. Kedua orang memakai atribut Gojek, lalu meledakkan diri di kantin Polrestabel Medan.
Kejadian ini dilakukan sebelum apel siaga di Mapolrestabes Medan.
(Sumber: Liputan6)
Dream - Polisi menangkap 40 terduga teroris terkait penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto. Para terduga teroris itu dibekuk sejak tanggal 10 hingga 17 Oktober 2019.
" Ada 36 terduga teroris dengan tambahan empat orang diamankan hari ini," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 17 Oktober 2019.
Dedi mengatakan, empat tersangka yang dibekuk Kamis ini masing-masing berinisial OA, W, A, dan A alias Aulia alias Gondrong. Mereka diciduk di lokasi yang berbeda.
OA yang berafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon ditangkap di Bandung, Jawa Barat.
OA bahkan disebut telah mempersiapkan bom. " Sudah merakit bom dan sudah menyiapkan untuk menyerang Mako Polri, tempat ibadah, dan anggota Polri yang sedang bertugas, seperti penembakan anggota di jalan tol beberapa waktu lalu," kata Dedi.
Sementara itu, terduga teroris W dan A, dibekuk di Cirebon, Jawa Barat. Anggota JAD Cirebon itu berencana mengebom markas polisi, tempat ibadah, dan anggota polisi yang bertugas.
Tersangka keempat yaitu, A alias Aulia alias Gondrong. " Tersangka ini masuk JAD Bekasi. Perannya terlibat dengan kelompok JAD Abu Zee dan mempersiapkan aksi terorisme berupa pengeboman dengan sasaran Mako Polri dan anggota yang bertugas," ucap Dedi.
Dream - Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Agus Zaini mengaku sudah mewanti-wanti atasannya, Wiranto, untuk tak menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Banten.
Agus beralasan, kegiatan Wiranto sehari sebelumnya di Wamena dinilai cukup menguras tenaga.
" Sebagai orang yang menjunjung tinggi komitmen ia tetap meluangkan waktu menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar," kata Agus kepada Liputan6.com, Jumat 11 Oktober 2019.
Agus bahkan menyebut, Sekretaris Pribadi Wiranto sempat mengusulkan agar undangan diwakilkan saja. Tetapi, kunjungan itu justru membawa musibah. Wiranto mengalami penusukan.
Walau begitu, Agus yakin Wiranto tetap tegar dan terus memberi yang terbaik untuk negara.
" Totalitas Wiranto tetap stabil, fokus bekerja memberikan yang terbaik sebagai wujud pengabdiannya bagi negeri ini," ucap dia.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?