Saat Wamendes Temukan Desa Siluman yang Sebenarnya

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 November 2019 15:00
Saat Wamendes Temukan Desa Siluman yang Sebenarnya
Bukan desa siluman yang jadi polemik. Desa ini benar-benar menggunakan nama Siluman dan sudah memanfaatkan dana desa.

Dream - Wakil Menteri Desa, Budi Arie menemukan Desa Siluman. Desa ini terletak di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Namun Arie menegaskan Desa Siluman ini bukanlah desa yang tengah ramai menjadi polemik di masyarakat.

" Desa yang betul bernama Siluman. Walaupun bukan berarti desa yang diributkan akhir-akhir ini. Desa ini benar-benar bernama Desa Siluman," kata Budi, dilaporkan , Selasa, 12 November 2019.

Budi mengatakan, desa tersebut sudah ada sejak 1908. Para pejuang menjadikan desa tersebut sebagai persembunyian.

" Desa ini sering menjadi tempat persembunyian pejuang kemerdekaan ketika dikejar oleh Belanda, sehingga dinamakan Desa Siluman. Orangnya bisa ngilang," kata dia.

Meski bernama siluman, desa ini tidak fiktif. Desa ini menggunakan dana desa untuk kemakmuran.

" Jadi ini bukan desa fiktif. Desa Indonesia maju," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Berikut videonya,

 

2 dari 5 halaman

Jadi Bulan-bulanan, Efek Edit Sosok Ular Siluman di Sinetron Ini Bikin Ngakak

Dream - Meski kadang jadi bahan candaan, nasib film dan sinetron Indonesia rupanya tak berbeda jauh dengan karya sinema di beberapa negara tetangga. Sebut saja Malaysia atau Filipina.

Jika melihat acara televisi kedua negara itu kamu akan mendapati sinetron yang tak berbeda jauh dengan Indonesia.

Berkisar seputar percintaan, perebutan harta, hingga kisah fiktif siluman dengan kekuatan ghaib.

Nah, baru-baru ini sebuah sinetron Filipina bikin heboh sosial media. Bahkan hingga mendulang ribuan komentar netizen.

Sok pasti bukan karena cerita maupun akting para pemerannya yang luar biasa. Salah satu adegan dalam tayangan itu malah bikin ketawa.

3 dari 5 halaman

Efek Editingnya Bikin Ngakak

Salah seerang pengguna facebook dengan akun Zacc Tyler Shawn baru-baru ini mengunggah sebuah cuplikan video yang berisi adegan sinetron di filipina.

Dalam video itu terlihat adegan seekor siluman ular yang kepalanya berubah menjadi manusia.

Namun sayang efek editing saat kepala siluman ular itu berubah jadi terkesan ala kadarnya, bahkan seperti hanya menggabungkan gambar saja.

Hal itu lah yang membuat postingan akun Zacc Tyler Shawn viral. Hingga kini postingan itu telah dibagikan lebih dari 14 ribu kali dan mendapat lebih dari 2500 komentar.

Jadi itu siluman ular, lolipop Upin-Ipin atau apa ya?

(Sumber: Facebook.com/Zacc Tyler Shawn)

4 dari 5 halaman

Harimau Sumatera Ditombak, Warga Kira Siluman

Dream - Kasus kematian seekor harimau Sumatera yang dibunuh warga desa di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan media Malaysia.

Laman media Malaysia, Mynewshub.cc menyoroti aksi warga desa yang membunuh harimau tersebut karena dianggap sebagai mahluk jadi-jadian alias siluman.

Harimau jantan dari spesies yang terancam punah itu dibunuh setelah ditombak Penduduk di Desa Hatupangan, Batang Natal, Mandailing Natal. Warga juga mengeluarkan isi perut dari si kucing besar itu.

Seolah belum puas, penduduk kemudian menggantung bangkai hewan malang itu di balai desa sebagai tontonan warga pada hari Minggu lalu.

Camat Batang Natal, Lion Muslim Nasution, mengatakan warga mengetahui jika Harimau Sumatera adalah spesies terancam dan dilindungi negara. Tapi mereka terlanjur ketakutan karena muncul desas-desus adanya siluman yang berkeliaran di Desa Hatupangan.

" Harimau itu tidur di bawah rumah sebelum beberapa penduduk menikam perutnya beberapa kali menggunakan tombak," katanya.

5 dari 5 halaman

`Benar-benar Disesali`

Dream - Sementara itu, Direktur Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, mengatakan beberapa hari sebelum kejadian tersebut pihaknya berusaha memberi peringatan kepada warga agar tidak membunuh harimau tersebut.

" Kami, termasuk personal TNI, sudah berbicara dengan warga tapi mereka tidak mendengar saran kami.

" Setelah membunuh binatang tersebut, warga menggantung bangkainya untuk jadi tontonan. Ini benar-benar sangat disesali," jelasnya.

Sianturi juga menemukan beberapa bagian tubuh binatang malang itu hilang, seperti kulit, kuku, dan taring.

Harimau Sumatera, oleh kelompok International Union for Conservation of Nature, masuk dalam kategori hewan langka dan terancam punah.

Hewan ini jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari 600 ekor saja yang hidup di alam liar.

(Sah/Sumber: Mynewshub.cc)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone