7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Vaksin AstraZeneca (Shutterstock.com)
Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca aman digunakan. Sejumlah negara telah menggunakan vaksin ini, termasuk negara-negara Islam.
" Vaksin AstraZeneca ini benar terbukti aman dan sudah disetujui serta digunakan di beberapa negara, seperti United Kingdom (Inggris), Saudi Arabia, Mesir, Maroko, Malaysia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan beberapa negara Eropa lainnya," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 BPOM, Lucia Rizka Andalusia, dalam konferensi pers.
Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui skema kerja sama multilateral. Lucia mengatakan vaksin ini diproduksi di Korea Selatan dan sudah dievaluasi WHO.
" Vaksin yang diproduksi di SK Bio Korea Selatan ini sudah masuk dalam daftar vaksin untuk dievaluasi dalam WHO Emergency Used Listing dan sudah memperoleh EUA (Emergency Used Authorization) dari WHO,” kata Lucia.
Di Indonesia, terang dia, proses evaluasi vaksin AstraZeneca dilakukan tim ahli dalam Komite Nasional Penilaian Obat (Indonesian Technical Advice Organization). Dari data evaluasi, pemberian vaksin AstraZeneca dua dosis dengan interval 8 sampai 12 pekan kepada 23.745 subjek dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan kejadian efek samping ringan hingga sedang.
" Efikasi vaksin dengan dua dosis standar yang dihitung sejak 16 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar 2 bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen," ucap Lucia.
Tingkat efikasi tersebut sudah sesuai dengan persyaratan untuk penerimaan Emergency Used Authorization (EUA) yang ditetapkan oleh WHO, yaitu minimal 50 persen.
Indonesia akan menerima total 11.704.800 dosis vaksin AstraZeneca secara gratis hingga Mei 2021 nanti. Sedangkan dari hasil komunikasi antara Pemerintah dengan AstraZeneca sendiri didapat konfirmasi Indonesia mendapat tambahan 50 juta dosis.
Diharapkan dengan ketersediaan vaksin ini, seluruh rakyat Indonesia ikut ambil bagian dalam mempercepat pencapaian herd immunity. Sehingga pandemi Covid-19 dapat diakhiri lebih cepat.
Laporan: Josephine Widya
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?