Target Vaksin Covid-19 Dipercepat dengan Sentra Vaksinasi Massal

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 21 Maret 2021 08:49
Target Vaksin Covid-19 Dipercepat dengan Sentra Vaksinasi Massal
Digelar Sentra Vaksinasi Serviam (SVS) mulai dari 20 Maret hingga 10 Juni 2021.

Dream - Vaksinasi Covid-19 saat ini masih terus dilakukan di berbagai kelompok. Terutama mereka yang lanjut usia, kelompok paling rentan jika terkena Covid-19. Target vaksinasi pun harus dipercepat demi menekan risiko penularan.

Dikutip dari Kemkes.go.id, wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan keberadaan sentra vaksinasi bakal mempercepat pemerintah dalam mencapai target cakupan vaksinasi Ccovid-19. Hal itu ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Sekolah Ursulin, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 20 Maret 2021

Komunitas Alumni Tiga Sekolah Ursulin di Jakarta, yakni Sekolah Santa Ursula, Sekolah Santa Theresia, dan Sekolah Santa Maria mendirikan Sentra Vaksinasi Serviam (SVS).

SVS adalah pusat vaksinasi khusus Lansia yang berlangsung selama 3 bulan mulai dari 20 Maret hingga 10 Juni 2021. Pusat vaksinasi Lansia ini berada di Sekolah Santa Ursula Jl. Lapangan Banteng Utara No.10, Jakarta Pusat.

 

1 dari 3 halaman

Target vaksinasi sebanyak 500 Lansia yang berdomisili di DKI Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selama 3 bulan, kecuali tanggal merah. Dante mengatakan sentra vaksinasi ini merupakan gerakan dari masyarakat dan semua elemen bisa berperan.

“ Sentra-sentra vaksinasi seperti ini diperlukan karena dapat mempercepat vaksinasi. Percepatan itu perlu dibiasakan,” katanya.

Jika vaksinasi dilakukan berdasarkan fasilitas kesehatan yang dimiliki Kementerian Kesehatan secara eksklusif, maka menurutnya, target vaksinasi 181,5 juta orang tidak akan tercapai.

“ Kecepatan kita sampai saat ini kira-kira yang sebelumnya 10 ribu sampai 100 ribu per hari sekarang sudah menjadi 300 ribu sampai 380 ribu per hari. Ini berkat adanya sentra-sentra vaksinasi seperti ini,” kata Dante.

Ia menambahkan jumlah vaksin secara bertahap akan ditambah terus. Jadi saat ini Pemerintah Indonesia sudah punya kira-kira 30 juta dosis vaksinasi sampai akhir bulan Maret. Dante menekankan kepada masyarakat walaupun sudah divaksinasi, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Sebab antibodi baru terbentuk setelah 3 minggu usai vaksinasi kedua.

Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk.
Suntikan kedua berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas. Ini baru akan terbentuk secara baik setelah 3 minggu suntikan kedua.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Vaksin Sinovac Tahap Satu Dipastikan Habis Sebelum Masa Simpan Berakhir

Dream - Pemeerintah memastikan tidak akan memberi vaksin Covid-19 yang kadaluwarsa kepada masyarakat. Semua vaksin yang diberikan dipastikan aman dan belum melewati masa simpan berakhir.

" Pemerintah tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya habis. Hal ini untuk memastikan keamanan dan khasiat vaksin," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari Kemkes.go.id, Sabtu 20 Maret 2021.

Sebelumnya, beredaar informasi yang menyebut vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan kadaluwarsa pada 25 Maret 2021. Namun, Nadya memastikan vaksin Sinovac yang masa simpannya hanya sampai Maret 2021 sudah habis direstribusikan untuk vaksinasi tenaga medis dan petugas pelayanan publik.

Vaksin Sinovac yang datang tahap pertama berjumlah 3 juta dosis: terdiri dari 1,2 juta dosis vaksin tiba awal Desember dan 1,8 juta dosis vaksin tiba pada akhir Desember 2020. Vaksin ini diproduksi September hingga November 2020 dengan shelf life atau masa simpan dari produsen selama 3 tahun.

Menurut dia, vaksin yang dipermasalahkan itu bukan kadaluwarsa, melainkan shelf life yang hanya berlaku selama 6 bulan sesuai dengan data stability produk dari BPOM. Ketentuan ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.

" Kemenkes mengikuti keputusan Badan POM. Sejak awal, kami menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac dalam rentang shelf life atau masa simpan sesuai yang disampaikan oleh Badan POM,'' tutur Nadia.

Karena vaksin tahap pertama telah habis, vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan oleh pemerintah untuk vaksinasi tahap ke dua bagi kelompok lansia dan tenaga pelayanan publik, menggunakan vaksin produksi Sinovac yang datang di tahap berikutnya dalam bentuk bulk lalu diproses oleh Biofarma.

3 dari 3 halaman

Adapun masa simpan vaksin yang 1,2 juta vaksin hingga 25 Maret 2021, sementara 1,8 juta dosis vaksin memiliki masa simpan hingga Mei 2021. Namun demikian, vaksin tersebut telah habis digunakan untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

Untuk vaksin ke dua, memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan vaksin pertama, karena yang sekarang ukurannya jauh lebih besar dari sebelumnya.

" Kemasannya berbeda dengan yang pertama. Sama-sama berbentuk vial, tetapi vial ini bisa disuntikkan untuk 9-11 orang dengan setengah cc," ucapnya.

Perbedaan kemasan ini sekaligus memastikan bahwa sudah tidak ada lagi vaksin COVID-19 tahap pertama dari Sinovac yang masih beredar.

" Masyarakat tidak perlu khawatir, karena Pemerintah tentunya akan menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuh dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar