Menag Terkejut Lihat Persiapan Imlek di Dubai, Semua Serba China

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 17 Januari 2020 18:00
Menag Terkejut Lihat Persiapan Imlek di Dubai, Semua Serba China
Ternyata alasannya...

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, punya pengalaman unik selama melakukan kunjungan kerja ke Dubai, Uni Emirat Arab, bersama Presiden Joko Widodo. Di salah satu tempat wisata, dia mendengar lagu China.

" Saya bawa oleh-oleh luar biasa kemarin, di Dubai itu ada fountain park itu sangat besar, air mancur besar sekali dan jangan lupa saya terkejut juga, ternyata lagunya lagu China," ujar Fachrul, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat 17 Januari 2020.

Pensiunan Jenderal TNI bintang empat itu mengaku  kebingunan dengan lagu China di dataran Arab.

" Saya tanya kenapa lagu China? Ternyata karena ini menjelang Imlek. Jadi negara Islam di pertunjukannya semua pakai bahasa China dan di sana Burj Khalifa itu tulisan China," ucap dia.

Berdasarkan keterangan pejabat UAE, kata Fachrul, pemutaran lagu asing di Dubai merupakan bentuk penghormatan dan juga untuk menarik wisatawan mancanegara datang ke negaranya. Menurutnya, apabila suatu negara tidak rukun atau intoleran, maka wisatawan enggan datang.

" Ternyata betul waktu malam kita foto lebih banyak bule, China, Jepang, gitu. Jadi kalau Anda tidak tunjukkan toleransi dengan baik, pasti mereka enggak mau datang," kata dia.

1 dari 6 halaman

Indonesia dan UAE Teken MoU Cegah Radikalisme

Dream - Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang moderasi dan wakaf.

Nota kesepahaman itu diteken langsung Menteri Agama Indonesia, Fachrul Razi dan Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi.

" Alhamdulillah, saya beserta Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi telah menandatangani MoU tentang urusan agama Islam," ujar Fachrul dalam Keterangan tertulisnya, Senin, 13 Januari 2020.

Fachrul menjelaskan, kerja sama ini juga bertujuan untuk berbagi pengalaman mengenai moderasi beragama.

Sehingga, aksi radikalisme dapat terhindar apabila di suatu negara masyarakatnya dapat saling menghargai satu sama lain.

" Salah satu poin penting sinergi ini adalah promosi moderasi beragama dan bahaya ekstrimisme," ucap dia. 

2 dari 6 halaman

Agar Masjid Bisa Dipahami

Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), M. Nur Kholis mengatakan, kerja sama lainnya yakni mengenai pengembangan kemampuan imam, khatib dan mufti serta pertukaran keahlian di bidang penghafal, pembaca, penerjemahan Al-Qur'an dan hadis.

Selain itu, ada beberapa keahlian yang bisa dibagi. Misalnya, pengalaman di bidang percetakan, publikasi dan terjemahan Al-Qur'an.

Kemudian, pertukaran keahlian dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan masjid. Tujuannya, agar masjid bisa dipahami sebagai tempat ibadah dan bimbingan keagamaan yang moderat.

" Terakhir, pertukaran delegasi dan peserta di semua tingkatan dan partisipasi pada forum, konferensi, dan musabaqah Al-Qur'an," ujar Nur Kholis.

3 dari 6 halaman

Indonesia dan UEA Bangun Masjid di Kampung Jokowi

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi memastikan Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia akan membangun sebuah Masjid di Surakarta, Jawa Tengah.

Fachrul mengatakan, pembangunan masjid di Solo ini merupakan salah satu bentuk komitmen kedua negara dalam rangka kerjasama pengarusutamaan moderasi beragama di kedua negara.

“ Masjid yang akan dibangun di Solo nantinya harus dapat menjadi Pusat Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Indonesia. Masjid ini harus dapat dikelola secara profesional yang terintegrasi dengan Islamic Center," kata Fachrul, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Desember 2019.

Fachrul mengatakan, nantinya imam masjid akan didatangkan dari UEA. Sebagai gantinya, pemerintah akan mengirimkan imam masjid kita ke UAE.

" Intinya masjid ini harus dapat menjadi simbol toleransi dan harmoni,” ucap dia.

4 dari 6 halaman

Manajemen Masjid

 Menteri Agama Fachrul Razi saat mengunjungi Grand Mosque Abu DhabiMenteri Agama Fachrul Razi saat mengunjungi Grand Mosque Abu Dhabi © Istimewa

Menteri Agama Fachrul Razi saat mengunjungi Grand Mosque Abu Dhabi

Fachrul mengatakan, rencana pembangunan masjid itu dalam tahap pengurusan aset tanah dari Pertamina.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid akan dilakukan setelah Presiden Joko Widodo bertemu Pangeran Muhammad Bin Zaid pada awal Januari 2020.

Fachrul yang sempat berkunjung ke Grand Mosque Abu Dhabi terinspirasi dengan manajemen masjid yang profesional dan modern. Grand Mosque Abu Dhabi bukan hanya mewah dan megah secara konstruksi, melainkan masjid ini juga menampilkan dan mengajarkan nilai-nilai Islam yang terbuka, toleran, dan inklusif.

“ Masjid ini mengajarkan kita tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai toleransi, keterbukaan, dan inklusif. Saya berharap masjid yang akan dibangun di Solo nanti dapat mencerminkan nilai-nilai seperti itu,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Isu Hoaks dan Islamphobia Akan Dibahas di Konferensi Menteri Agama Dunia

Dream - Delapan negara anggota Badan Eksekutif Konferensi Menteri Agama, Wakaf dan Urusan Islam berkumpul dalam sidang putaran ke-12 yang diselenggarakan di Yordania pada 12 Desember 2019.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi yang hadir mewakili pemerintah Indonesia mengatakan, sejumlah isu keagamaan dibahas dalam pertemuan tersebut.

" Mulai dari persoalan ekstremisme dan radikalisme, pembaruan wacana keagamaan, pengelolaan wakaf, masjid, dan manajemen dakwah dalam menghadapi tantangan global," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Desember 2019.

Pada kesempatan itu, Zainut mengusulkan gelaran konferensi menteri agama di Arab Saudi pada 2020, membahas mengenai penyalahgunaan media sosial.

6 dari 6 halaman

Serius Tangani Radikalisme

Peserta konferensi pun menyetujui usulan Indonesia untuk memasukkan pembahasan mengenai maraknya peredaran hoaks di media sosial.

Selain hoaks, topik Islamphobia juga akan menjadi perhatian dalam konferensi menteri agama pada 2020. Bahasan tersebut masuk dalam agenda karena angka Islamphobia semakin meningkat terutama di negara barat.

" Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam upaya penanggulangan ancaman radikalisme dan ekstremisme serta komitmen meneguhkan moderasi beragama," kata dia.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak