Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Kasus positif Covid-19 kembali mengalami kenaikan. Dari hasil pemeriksaan epidemiologi, penambahan kasus dalam beberapa hari belakangan muncul dari ruang kerja dengan sirkulasi udara yang buruk.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 23.947 spesimen. Akumulasinya menjadi 1.146.794 spesimen.
" Dari pemeriksaan ini kita dapatkan kasus baru sebanyak 1.574 orang sehingga total kasus positif sekarang menjadi 81.668 orang," ujar Yurianto, Kamis 16 Juli 2020.
Pasien sembuh bertambah sebanyak 1.295 orang. Angka ini menambah jumlah kasus yang telah dinyatakan negatif Covid-19 menjadi 40.345 orang.
Sementara angka kematian naik sebanyak 79 orang. Akumulasi pasien meninggal menjadi 3.875 orang.
Menurut Yurianto, penambahan terbanyak masih terjadi di beberapa provinsi, seperti DKI Jakarta dengan 312 kasus baru dan 134 sembuh. Kemudian Jawa Tengah dengan 214 kasus baru dan 80 sembuh.
Jawa Timur kini menempati posisi ke tiga dengan kasus baru 179 orang dan 144 orang sembuh. Lalu ada Sulawesi Selatan dengan 178 kasus baru dan 211.
Provinsi selanjutnya yaitu Kalimantan Selatan dengan 133 kasus baru dan 66 sembuh. Kemudian Bali melaporkan 112 kasus baru dan 106 sembuh.
" Penambahan kasus ini banyak terjadi di lingkungan kerja dengan kualitas udara yang tidak bagus," kata Yurianto.
Dia mengatakan cukup banyak ruang kerja tanpa sirkulasi udara yang berjalan lancar. Hanya mengandalkan pendingin ruangan sehingga udara hanya berputar di ruangan tersebut.
Ditambah lagi, kata Yurianto, adanya ketidakdisiplinan menjaga jarak. Serta malah melepas masker di dalam ruang kerja.
" Menganggap karena berada di dekat teman kerja yasng sudah akrab maka menggunakan masker dianggap tidak perlu," ucap Yurianto.
Dia pun menegaskan penggunaan masker adalah hal wajib. Bahkan ketika berada di dekat orang yang dikenal dengan sangat akrab.
" Ingat, gunakan masker ketika di luar rumah," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya