Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Alat Swab Test Covid-19 Patah di Dalam Hidung, Bocah 1,5 Tewas

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 Juli 2020 12:00
Alat Swab Test Covid-19 Patah di Dalam Hidung, Bocah 1,5 Tewas
Awalnya bocah itu hanya mengeluh demam.

Dream - Bocah usia 1,5 tahun di Arab Saudi meninggal beberapa saat usai tim medis menjalankan tes usap. Alat tes usap Covid-19 patah di dalam hidung si bocah.

Paman bocah itu, Mosaed Al Joufan, mengatakan ponakannya awalnya hanya mengalami demam. Tidak ada tanda-tanda bocah itu mengalami penyakit ganas.

" Dia tidak mengalami penyakit kronis atau berbahaya. Dia mengeluh demam pada Jumat sore dan kami membawanya ke Shaqra General Hospital bersama ibunya," kata Mosaed, dikutip dari Alarabiya.

Setelah dia diperiksa, dokter memutuskan untuk melakukan tes usap hidung. Padahal, secara umum kondisi balita itu baik dan hanya mengalami demam.

 

1 dari 3 halaman

Mosaed mengatakan alat tes usap patah di saluran hidung bocah itu. Sehingga dokter memutuskan untuk melakukan operasi besar gna mengambil patahan alat tes di dalam hidung si bocah.

" Sekitar pukul 1 pagi, mereka memberitahu saya operasi telah dijalankan dan dokter berhasil mengambil alat tes yang patah," kata dia.

Setelah keponakannya bangun, Mosaed meminta perawat untuk memanggil dokter spesialis guna memeriksa bocah itu setelah operasi. Memastikan alat swab sudah sepenuhnya dikeluarkan dan tidak ada darah keluar atau kesulitan bernapas.

 

2 dari 3 halaman

Tapi perawat itu mengatakan dokter sedang tidak ada dan meminta ibu dari bocah itu menunggu. Pada jam 9 pagi, perawat mendapati bocah itu sudah tidak bernapas lalu mereka menjalankan prosedur CPR.

" Saya kemudian datang ke rumah sakit dan meminta dokter spesialis untuk datang. Dia melakukan X-ray yang menunjukkan bahwa penyumbatan saluran napas di salah satu paru-paru, menurut ahli radiologi," kata Mosaed.

Dia pun meminta agar keponakannya dirujuk ke rumah sakit spesialis di Riyadh untuk menyelamatkan nyawa bocah itu. Permintaan segera disetujui.

" Tapi kami duduk menunggu ambulans yang tidak juga datang ke bagian darurat hingga satu jam kemudian," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Meskipun lama menunggu, bocah itu akhirnya tidak jadi dirujuk ke rumah sakit spesialis. Sebab, anak itu sudah meninggal sebelum meninggal.

Mosaed mendesak adanya investigasi atas kematian keponakannya. Dia menduga ada malpraktik.

" Saya menunggu hukuman bagi orang yang bertanggung jawab atas kematian anak itu," ucap dia.

Beri Komentar