Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Antara Foto
Dream - Seorang warganegara Australia bakal memberi kesaksian kepada Polda Bali soal kelakuan kakak angkat Angeline (Engeline), Yvonne Caroline Megawe setelah bocah mungil itu dikabarkan hilang pada 16 Mei lalu.
Pria berinisial CS itu mengaku awal ia mengetahui Angeline hilang diculik orang, ia terpanggil untuk membantu. Bantuan itu utamanya untuk mengumpulkan dana tebusan bagi penculik Angeline.
Aktivis dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah menuturkan, pria asal Sidney ini pula yang membuat selebaran Angeline hilang.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ipung itu, CS menawarkan diri membantu Yvonne menemukan Angeline. Ia berjanji menggalang dana untuk tebusan Angeline bagi penculik.
Sejak saat itu, Yvonne terus menghubunginya. Anak pertama Margriet itu menyebut jika ia dihubungi oleh seseorang yang berada di Banyuwangi.
" Katanya Angeline dibawa ke sana dan penculiknya minta tebusan Rp150 juta. Tolong ditransfer," kata Ipung menirukan pesan singkat Yvonne kepada CS, Sabtu 4 Juli 2015.
Tak hanya, itu, Yvonne juga menghubungi CS perihal keberadaan Angeline. Menurut Yvonne kala itu, sang penculik meminta tebusan Rp40 juta. " Tapi semua uang itu tidak ditransfer, karena dia (CS) curiga dengan gelagat Yvonne," kata Ipung.
Hingga akhirnya CS meminta seorang rekan yang berada di Denpasar untuk datang ke rumah Angeline di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Dari sana pula ia menduga Yvonne hanya modus meminta uang atas kehilangan Angeline.
" Yvonne bolak-balik menghubungi orang ini. Yvonne ngejar terus orang ini. Hilangnya Angeline sengaja untuk dibisniskan, untuk memberikan uang," ujar dia.
Menurut Ipung, CS terpanggil membantu Yvonne karena peduli. Chris memiliki anak kecil berusia 3 tahun. Ia iba, merasakan kepedihan yang dialami Yvonne.
" Dia (CS) hanya orang peduli. Dia pikir Angeline benar-benar hilang. Maka dia menawarkan diri untuk menjadi penggali dana. Dia sudah menyiapkan uang pribadi sebesar Rp10 juta untuk membantu," kata Ipung.
CS akan memberikan kesaksiannya di hadapan penyidik pada Senin pekan depan, 6 Juli 2015. " Hari Senin dia jadi saksi," katanya.
Diketahui, Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe telah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terkait penetapan tersangka terhadap dirinya dalam kasus pembunuhan bocah mungil tersebut.
Menurut kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel, pengajuan gugatan praperadilan yang merupakan hak tersangka ini dimaksudnya untuk meneliti prosedur penetapan tersangka terhadap kliennya.
(Laporan: Berry Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya