Mau Bayar Utang Tapi Lost Contact, Harus Bagaimana?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 9 September 2017 15:02
Mau Bayar Utang Tapi Lost Contact, Harus Bagaimana?
Menurut Islam, begini caranya jika ingin membayar utang, tapi tak bisa bertemu atau kehilangan kontak dengan pemiliknya.

Dream – Sahabat Dream, dalam kehidupan setiap orang memerlukan bantuan orang lain, termasuk utang piutang. Kebutuhan yang mendesak, memaksa orang untuk meminjam uang atau barang kepada orang lain yang lebih mampu.

Dalam ajaran Islam, berutang itu boleh, tapi orang harus berhati-hati. Perkara utang bisa menjadi penghalang masuk surga. Bahkan, utang bisa menjerumuskan orang masuk neraka. Untuk itulah, orang berutang sebaiknya wajib melunasi utangnya ketika sedang mampu.

Tapi, bagaimana jika si pemilik utang tak bisa bertemu dengan pemberi utang, bahkan kehilangan kontak, padahal pemilik utang ingin melunasinya?

Dikutip dari konsultasisyariah.com, Jumat 8 September 2017, mengembalikan barang atau harta orang lain bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu mengembalikan kepada pemilik langsung, mengembalikan kepada ahli waris, atau keluarganya, atau mengembalikan dalam bentuk pahala.

Nah, cara terakhir ini bisa dilakukan dengan cara menyedekahkan pembayaran utang atas nama pemilik. Tapi, pilihan terakhir ini bisa dilakukan dengan keikhlasan pemilik ketika berjumpa dengannya suatu saat nanti.

Dalil mengenai hal ini adalah riwayat dari Ibnu Mas’ud radiyallahu’anhu bahwa Beliau pernah membeli budak. Ketika dia masuk rumah untuk menghitung uang pembayarannya, ternyata penjual budak pergi. Ibnu Mas’ud putus asa dia akan kembali.

Akhirnya, dia menyedekahkan uang pembayaran budak atas nama tuannya si hamba sahaya itu. Cara ini bisa dilakukan jika kita hendak melunasi utang, tapi kesulitan bertemu dengan pemberi utang.

Dalam buku Fatawa al-Muamalat Syakh, Ali Salman menulis sempat ditanya tentang orang yang mau bayar utang, tapi kesulitan menemui pemiliknya. Bagaimana jawaban Ali Salma?

Baca selengkapnya di sini.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie