Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Wajah-wajah asing mewarnai persidangan kasus kopi bersianida. Mereka adalah ahli-ahli yang diajukan terdakwa Jessica Kumala Wongso.
Ada tiga ahli aing yang diajukan. Pertama adalah Beng Beng Ong. Dia adalah Saksi ahli patologi forensik dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia.
Beng Ong menyebut Mirna bukan meningal karena sianida. Kemungkinan besar, kata dia, Mirna tutup usia karena penyakit keturunan.
Namun sayang, Beng Ong mengalami peristiwa tragis. Dia ditangkap petugas Imigrasi Jakarta Pusat karena masalah visa. Dia dideportasi, 6 bulan dilarang menginjakkan kaki di Indonesia.
© Dream
Ahli asing ke dua yang diajukan Jessica adalah Michael David Robertson. Dia adalah ahli toksikologi Australia. Jaksa sempat nama David yang disebut-sebut dalam kasus pembunuhan di Amerika Serikat.
Saat bersaksi, dia menyebut sianida di lambung Mirna muncul karena bakteri sebagai proses setelah kematian. Dia mendasarkan pada hasil tes 70 menit setelah kematian Mirna yang tidak menemukan sianida.
Dan pada Kamis 22 September 2016, Jessica menghadirkan ahli dari negeri Kanguru. Kali ini adalah ahli patologi forensik Richarn Byron Collins.
Dia menyebut kemungkinan besar Mirna bukan meninggal karena sianida. Analisa ini didasarkan pada Hani yang juga mencicipi es kopi Vietnam di Kafe Olivier, tapi tak tewas. Menurut Collins, kemungkinan besar Mirna tewas karena kegagalan fungsi organ.
© Dream
Mengapa Jessica memilih menghadirkan ahli-ahli dari luar negeri? Menurut ketua tim pengacara Jessica, Otto Hasibuan, para ahli tersebut dihadirkan agar terdapat pandangan universal terkait kasus ini.
“ Begini dari dalam negeri kami sudah, kami ingin membuktikan seluruh dunia bukan hanya di Indonesia otopsi itu mutlak gitu loh, tanpa otopsi tidak bisa tentukan kematian seseorang,” kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 22 September 2016.
© Dream
Selanjutnya, kata Otto, dengan jaringan yang dimiliki, tim pengacara tidak susah mendatangkan ahli dari berbagai negara. “ Lawyer kan networkingnya di mana-mana, di Amerika, di mana juga ada,” ujar dia.
Sementara, Otto enggan menyebut apakah ahli yang dihadirkannya itu mendapat bayaran atau tidak. “ Kalau itu tanya nenek moyang lah,” ucap Otto sambil tertawa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya