Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, akhirnya muncul ke persidangan. Otto datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sekitar pukul 14.50 WIB.
Ketidakhadiran Otto dalam ‘sidang sesi pertama’ hari ini, Kamis 22 September 2016, mengundang pertanyaan. Sebab, sejak awal sidang digelar, Otto selalu mendampingi Jessica.
Namun, kini Otto sudah hadir untuk mengikuti sidang lanjutan. Ketika dikonfirmasi perihal ketidakhadiran itu, Otto tak menjawab. Dia hanya tersenyum dan bergegas ke ruang sidang.
Yang jelas, Otto tak datang sendiri. Dia datang bersama pria bule. Dialah ahli patologi forensik dari Australia, Richard Byron Collins. Pria asing ini diajukan sebagai ahli yang meringankan Jessica.
© Dream
Sebelumnya, pengacara lain Jessica, Yudi Wibowo, mengakatak, Otto tengah menjemput ahli yang akan dihadirkan. “ Nanti ke sini, lagi jemput ahli,” kata Yudi.
Namun saat itu Yudi enggan menyebut siapa ahli yang dijemput Otto. Tak dijelaskan pula mengapa tak cukup staf pengacara saja, dan harus Otto yang menjemput ahli itu.
Keterangan berbeda diberikan anggota tim kuasa hukum lain Jessica, Hidayat Boestam. Hidayat mengatakan, Otto tidak hadir karena harus bertemu klien lain.
“ Pak Otto lagi ketemu klien, nanti juga hadir,” ujar Hidayat.
Sejak persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin bergulir, Otto memang selalu hadir di persidangan. Dia memimpin tim pengacara untuk mendampingi Jessica.
Hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi Jessica untuk menghadirkan ahli. Di sidang selanjutnya, Jessica sudah tak bisa mengajukan saksi maupun ahli lagi.
© Dream
Dream – Persidangan kasus kopi bersianida tak melulu berjalan dengan suasana tegang. Pada sidang ke-24 yang digelar pada Kamis 22 September 2016 ini misalnya, majelis hakim tak kuasa menahan tawa.
Tawa majelis hakim pecah di dalam persidangan, ketika mendengar pertanyaan tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso yang diajukan untuk ahli hukum pidana dari Universitas Brawijaya, Prof Masruchin Ruba'i.
Peristiwa ini bermula ketika pengacara Jessica, Yudi Wibowo bertanya kepada Ruba'i. Dia yang menganalogikan apabila seseorang kehilangan spidol apakah bisa ditemukan atau tidak.
Mendengar pertanyaan tersebut, kemudian hakim ketua, Kisworo, langsung menyela pertanyaa tersebut. “ Maksud kuasa hukum apa?,” tanya Kisworo.
Mendapat pertanyaan itu, Yudi pun kembali mengulang pertanyaannya. “ Maksudnya apakah Anda mengetahui racun tersebut berasal dari mana?,” Yudi mengulang pertanyaan dengan kalimat lain.
Kisworo kembali memotong pertanyaan Yudi. “ Masak ahli (pidana), ditanya racun di mana?,” tanya Kisworo sambil tertawa dan diikuti oleh dua hakim anggotanya.
Kemudian, Kisworo pun menghentikan kesempatan bertanya dari pihak pengacara dan memberikan kesempatan bertanya pada Jaksa Penuntut Umum (JPU). “ Ya sudah cukup, giliran JPU,” ucap Kisworo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya