Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banjir Bandang Di Kabupaten Garut Robohkan Sejumlah Rumah (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Dream - Korban bencana banjir bandang di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang membutuhkan makanan, air bersih dan selimut. Untuk itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat dapat memperkuat logistik.
" Kalau ada bantuan dari masyarakat sesuai kebutuhan mendesak tadi," kata Sutopo, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 21 September 2016.
Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, kata Sutopo, saat ini telah mendistribusikan bantuan di lokasi terdampak bencana. BPBD mendistribusikan bantuan berupa air mineral dan mie instan, sedangkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyuplai kebutuhan air bersih.
Meski begitu, menurut dia, BPBD Sumedang melaporkan kendala fasilitas mandi cuci kakus (MCK) untuk para pengungsi. Ketersediaan fasilitas ini sangat terbatas.
Saat ini BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, masyarakat dan dinas terkait terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban di lokasi bencana.
Mengenai dana siap pakai yang dimiliki BNPB, Sutopo masih belum dapat mengkonfirmasi berapa jumlah yang akan dikucurkan. Sebab, saat ini, kas dana siap pakai BNPB dalam kondisi tak terisi lantaran kebijakan pemotongan anggaran.
" Soal itu nanti saja. Soal uang sensitif soalnya," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya