Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ponsel Galaxy Note7 Meledak Karena Dipanggang (shanghaiist.com)
Dream - Produsen ponsel asal Korea, Samsung, telah menarik lebih dari 2,5 juta produk mereka berupa Galaxy Note7 di seluruh dunia. Ini lantaran terdapat kesalahan produksi pada baterai berbahan lithium di ponsel tersebut.
Baru-baru ini, pengguna Galaxy Note7 di Tiongkok mengajukan klaim kerusakan dan menyebut Ponsel mereka telah meledak. Tetapi, Samsung menolak klaim yang mereka ajukan.
Harian Financial Times melaporkan, setelah dilakukan pemeriksaan, ponsel tersebut tidak benar-benar meledak. Meski terlihat meleleh, ponsel mereka tidak terbakar dari dalam, melainkan akibat terkena panas dari sumber lain di luar ponsel.
Beberapa netizen lantas mengunggah foto ponsel tersebut yang telah terbakar ke media sosial. Salah satu netizen membubuhkan tulisan di foto itu, " Apakah Samsung mengatakan pengguna Samsung di Tiongkok memasak ponsel mereka hingga meledak?"
Komentar yang ditulis oleh netizen itu ternyata benar. Para pemilik Galaxy Note7 nakal sengaja memanggang Ponsel anyar Samsung itu demi mendapat penggantian unit dari Samsung.
Caranya, mereka memanaskan piring besi dengan suhu 200 derajat. Setelah itu, ponsel diletakkan di piring itu selama 2-3 menit dan jadilah ponsel meledak.
Ada juga pengguna lain yang langsung memasukkan ponselnya ke dalam mikrowave selama 2-3 menit. Hasilnya akan sama dengan cara di atas.
Meski begitu, tampaknya Samsung harus berhati-hati dalam menerima klaim di Tiongkok. Mereka bisa dituduh telah berlaku diskriminatif terhadap para pelanggan di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Sumber: shanghaiist.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya