Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Pasukan Garuda (@puspentni)
Dream - Prajurit TNI, Sersan Mayor Rama Wahyudi, gugur saat bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangas (PBB) di Republik Demokratik Kongo. Bersama sejumlah rekannya saat mengadakan patroli pada Senin malam, mereka diserang oleh milisi bersenjata.
Jenazah Rama segera dievakuasi sesaat setelah serangan berhenti. Beberapa prajurit Indonesia berhelm UN atau PBB tampak mengangkat tandu.
Sejumlah foto bukti terjadinya serangan tersebut diunggah di Instagram resmi Pusat Penerangan TNI, @puspentni. Foto-foto tersebut diambil di lokasi kejadian.
Dalam satu foto, terlihat seorang prajurit ditandu oleh beberapa tentara lainnya. Mereka tampak mengenakan helm warna biru langit.
Terlihat pula seorang tim medis turut mengangkat tandu. Prajurit yang berada di tandu segera dibawa ke mobil ambulans.

Foto: Instagram @puspentni
Satu unit ambulans disiapkan tidak jauh dari lokasi penembakan. Beberapa prajurit tampak mengantarkan rekan mereka ke dalam ambulans.
Tampak pula warga lokal turut membantu evakuasi prajurit yang tertembak.

Foto: Instagram @puspentni
Sementara, beberapa foto memperlihatkan truk bertulisan UN warna putih menjadi sasaran penembakan. Satu truk tangki mengalami kaca depan pecah.

Foto: Instagram @puspentni
Sedangkan truk pengangkut juga tak luput dari serangan. Kaca depan bagian kanan berlubang dan ban depan kiri kempes.

Foto: Instagram @puspentni
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa, menyatakan menunggu hasil investigasi terutama mengenai kronologi penyerangan tersebut. Hal itu akan digunakan sebagai bahan evaluasi.
" Itu adalah operasi dihandle Mabes TNI, tapi memang prajurit-prajurit kami, yang jelas kami akan mengevaluasi dan kami ingin mendapat kronologi yang sebenarnya. Sehingga kita bisa evaluasi apa yang sebenarnya yang terjadi," ujar Andika, dikutip dari Merdeka.com.
Andika mengatakan TNI AD bertugas menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian. Sementara penugasan berasal dari Mabes TNI.
" Walaupun kami hanya menyiapkan personel, tapi penugasan semuanya dari Mabes TNI, kita bisa menyiapkan mereka lebih siap," kata dia.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’