Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Warga Tiongkok (Shutterstock)
Dream - Pemerintah China mengakui wabah virus corona sedang menyebar di ibu kota Beijing, Sumber penyebaran yang pertama kali dideteksi pada pertengahan Juni lalu diduga berasal dari pasar grosir Xifandi yang berlokasi di kota tersebut.
Meski santer disebut akan muncul gelombang kedua wabah Covid-19, China memastikan pemerintah kota beijing terus berupaya melakukan pengamanan ketat dan menggalakkan protokol kesehatan COVID-19 seperti pemberlakuan karantina wilayah (lockdown).
Dalam konferensi pers virtual pada Rabu 24 Juni 2020, Konselor Politik Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Qiu Xinli, menyampaikan update-nya terkait situasi pandemi Corona COVID-19 di negaranya.
" Pada saat ini, situasi Pandemi COVID-19 di Tiongkok pada umumnya terjaga stabil, kegiatan produksi dan pekerjaan mulai beraktivitas kembali secara tertib," kata Qiu Xinli.
Ia juga memaparkan, ada kasus kluster dan kasus sporadik di beberapa tempat tertentu di Tiongkok. Selain itu, Qiu Xinli pun menegaskan bahwa risiko kasus impor dari luar negeri tidak boleh diabaikan.
Dilansir dari Liputan6.com, dikutip dari laporan VOA News pada 22 Juni 2020, Beijing mengaku telah melakukan tes COVID-19 kepada 1 juta orang.
Dalam konferensi pers virtual pada Rabu 24 Juni 2020, Konselor Politik Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Qiu Xinli, menyampaikan update-nya terkait situasi pandemi Corona COVID-19 di negaranya.
" Pada saat ini, situasi Pandemi COVID-19 di Tiongkok pada umumnya terjaga stabil, kegiatan produksi dan pekerjaan mulai beraktivitas kembali secara tertib," kata Qiu Xinli.
Ia juga memaparkan, ada kasus kluster dan kasus sporadik di beberapa tempat tertentu di Tiongkok. Selain itu, Qiu Xinli pun menegaskan bahwa risiko kasus impor dari luar negeri tidak boleh diabaikan.
Menurut laporan dari South China Morning Post pada beberapa waktu lalu juga mengatakan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah memeriksa dan menguji hingga lebih dari 15.600 sampel makanan impor, termasuk kemasan, dan semuanya kembali negatif untuk Corona COVID-19.
Seorang pejabat karantina di Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, Song Yueqian mengatakan, pada Jumat 19 Juni 2020 bahwa lembaganya telah meluncurkan gerakan nasional untuk memeriksa semua produk impor segar yang disimpan dingin dari " negara-negara berisiko tinggi."
" Pihak Tiongkok akan terus memegang teguh prinsip " mencegah virus kembali masuk agar tidak terjadi penularan lagi" . Untuk semakin memperkukuh dan menspesifikasikan tindakan pencegahan dan pengendalian reguler," jelas Qiu Xinli dalam koferensi pers virtual pada Rabu 24 Juni 2020.
Hal itu pun termasuk " terus meningkatkan kemampuan pencegahan, pengendalian dan pengobatan, mempercepat penyempurnaan sistem kesehatan publik, mempertahankan hasil melawan COVID-19, mempercepat proses resumpsi pekerjaan dan persekolahan, serta mengembalikan tatanan ekonomi dan sosial secara keseluruhan."
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya