Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Bocah tak berdosa itu, Engeline, terbunuh dengan sadis. Adalah ibu angkatnya sendiri, Margriet Christina Megawe yang didakwa membunuhnya.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum yang dikoordinatori Purwanta Sudarmaji menjelaskan, peristiwa mengerikan itu terjadi pada 16 Mei lalu sekitar pukul 12.30 WITA.
"Waktu itu, terdakwa memukuli Engeline dengan tangan kosong berkali-kali ke arah wajah korban," terang Sudarmaji, Kamis 22 Oktober 2015.
Oleh karena dipukuli berkali-kali, hidung dan telinga Engeline mengeluarkan darah. "Hidung dan telinga korban mengeluarkan darah," ujarnya.
Tak hanya itu, Sudarmaji juga menyebut jika Margriet membenturkan berkali-kali kepala bocah delapan tahun tersebut ke dinding kamarnya. "Terdakwa menjambak rambut korban dan membanting kepala korban ke tembok dengan keras," urainya.
Dalam posisi itu, terdakwa kemudian memanggil saksi Agus Tay Hamba May untuk masuk ke dalam kamarnya. Begitu Agus masuk ke dalam kamar Margriet, Agus melihat Margriet menjambak rambut Engeline dengan kedua tangannya.
"Agus melihat Engeline sudah terkulai lemas tangan kirinya, dengan rambut yang dijambak dengan kedua tangan Margriet. Kakinya menjuntai ke bawah kasur dengan kepala setinggi kasur," tambah Sudarmaji.
Dengan seketika, Margriet kemudian membanting kepala Engeline ke lantai. "Dengan sekuat tenaga terdakwa membanting kembali kepala korban ke lantai dengan posisi kepala belakang korban membentur lantai," ujarnya.
Agus lalu diperintah mengangkat tubuh Engeline. "Agus meletakkan korban di lantai dengan kondisi korban saat itu tidak berdaya lagi. Matanya terbuka tapi tidak bergerak, hanya jari tengah dan jari manis tangan kiri korban saja yang bergerak," papar Sudarmaji.
Lalu Agus bangkit berdiri. Saat berdiri itu, terdakwa mendekatkan mukanya ke Agus sambil berbisik 'tolong kamu jangan kasih tahu siapa-siapa kalau aku memukul Engeline. Kamu jangan sampai buka rahasia ini. Kalau kamu tidak buka rahasia ini kamu saya beri Rp200 juta tanggal 24 aku kasih uangnya, kamu pulang ke Sumba dan jangan pernah kembali lagi ke Bali'.
"Terdakwa menyuruh Agus mengambil sprei yang berada di kamar saksi Agus. Terdakwa meminta Agus untuk meletakkan korban. Agus mengangkat Engeline dengan tangan kiri di bawah kepala dan tangan kanan di bawah paha. Diletakkan dengan posisi tidur miring," beber jaksa.
"Terdakwa menekuk kaki korban ke arah dada korban. Selanjutnya Margriet menyuruh Agus mengambil tali di bawah lemari korban. Terdakwa meminjam pisau kepada Agus. Dililitkan tali lehernya. Lalu diminta ambil boneka Barby. Boneka diletakkan di dada Engeline, lalu Margriet menginjak kaki kanan Engeline," tambah jaksa.
Pada saat itu, Margriet diketahui menarik celana dalam Engeline sampai melorot terlepas. "Terdakwa meminta Agus menyalakan rokok dan memerintahkan membakar tubuh korban. Namun ditolak dan Agus membuang rokok tersebut. Margriet mengambilnya dan menyundutkan ke bagian tubuh Engeline," kata jaksa.
(Ism, Laporan: Berry Putra)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'