Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alfin Andrian
Dream - Perihal kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber, hingga kini kasusnya masih dalam proses dan tengah ditangani Polresta Bandar Lampung.
Tersangka kasus penusukan Alfin Andrian, 24 tahun, masih menjalani pemeriksaan internsif.
Polersta Bandar Lampung belum menemukan bukti bahwa Alfin Andrian memeliki keterlibatan dengan kelompok teroris. Dugaan awal, ia melakukan tindakan penusukan dengan inisiatif sendiri.
Pandra mengungkapkan, penyidik masih menggali motif pelaku melakukan penusukan kepada Syekh Ali Jaber.
Menurut keterangan, saat tengah melakukan pemeriksaan, Alfin mengaku kerap berhalusinasi didatangi Syekh Ali Jaber.
Sehingga ketika mendengar Syekh Ali Jaber berdakwah di dekat rumahnya, pelaku langsung berniat melakukan penyerangan.
" Dia (pelaku) merasa terbayang-bayangi wujud atau fisik Syeikh Ali Jaber sehingga dia melakukan tindakan (penusukan) tersebut. Itu yang ada di dalam pikiran dia," jelas Pandra.
Dilansir dari pojoksatu.id, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung hingga kini belum menemukan rekam medis Alfin Andrian dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
“ Kita sudah memeriksa arsip rekam medis hingga mundur empat tahun. Nama yang bersangkutan tidak terdata,” ungkap Kabag Humas RSJ Lampung David dikutip dari pojoksatu.id, Selasa 15 September 2020.
David mengungkapkan, pihakny abelum bisa mengambil kesimpulan terkait kondisi medis Alfin Andrian, karena baru melakukan pemeriksaan awal.
“ Belum ada kesimpulan, karena baru observasi awal. Bicaranya juga belum fokus. Mungkin karena peristiwa yang dia alami sebelumnya.” katanya.
David juga mengatakan, pelaku perlu dibawa ke RSJ guna mengetahui kondisi kejiwaannya dan menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Sementara, Syekh Ali Jaber tak percaya pelaku penusukan dirinya mengidap gangguan jiwa.
Menurut pengakuan Syekh Ali Jaber, pelaku menyerang dengan sangat teralatih dan tepat sasaran.
“ Saya tidak percaya dia gila, cara memburu targetnya langsung ke bagian vital. Menurut saya bukan gangguan jiwa, dia sangat berani dan sangat terlatih,” ujarnya, Senin 14 September 2020.
Bahkan Syekh Ali Jaber menyakini, kasus penikaman dirinya merupakan tindakan teroganisir. Hal ini dirasakan ketika pelaku menghujam pisau ke arah dirinya.
“ Kalau saya tidak bergerak bisa saja pisau itu kena leher atau kepala saya,” terangnya.
Oleh sebab itu, Syekh Ali meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dan tidak main hakim sendiri. Ia juga meminta polisi tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
“ Saya punya kepercayaan besar sama polisi, jangan disalahgunakan. Selesaikan dengan fokus, selidiki, tenang dan saya akan sabar menunggu keadilan ini,” ujarnya.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya