Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan laporan tahunan kehidupan beragama 2018 di Morrissey Hotel, Jakarta. Dalam laporan tahunan kehidupan beragama 2018, Kemenag menyebut angka kerukunan umat beragama 2018 di Indonesia turun dibanding tahun 2017.
" Meski turun masih dalam rentang kategori rukun tinggi. Hal ini berarti kondisi kerukunan memang dinamis," kata Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Mas'ud, Senin 25 Maret 2019.
Menurut Abdurrahman, laporan kerukunan umat beragama nasional itu terdiri dari dua aspek kehidupan keagamaan yang berada di bawah tanggung jawab Kemenag, yakni bimbingan masayarakat agama, aliran keagamaan dan kerukunan umat beragama, serta haji, umrah dan produk halal.
" Ini merupakan tahun ke sembilan. Tahun ini laporan tahunan mengambil tema besar moderasi beragama," ujar dia.
Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, tambah Abdurrahman, Indonesia dikenal toleran dengan keberagaman agama dan sukunya. Dia menjelaskan, penyebab konflik di masyarakat karena cara beragama yang cenderung ekstrem dan radikal, sehingga menimbulkan opini negatif terhadap orang yang berbeda keyakinan.
" Moderat menjadi sebuah lawan kata dari ekstremisme dan radikalisme," ucap dia.
Abdurrahman mengatakan, survei indeks kerukunan umat beragama menggunakan tiga variabel yakni toleransi, kerjasama dan kesejahteraan. Tahun ini, dari penilaian tiga variabel itu, skor mencapai 70,90. Pada 2017, angka kerukunan umat beragama yakni 72,27.
Dengan perolehan ini, artinya angka kerukunan umat beragama mengalami penurunan sejak 2016. Pada 2015, angka kerukunan umat beragama mencapai 75,36. Pada 2016, angka tersebut turun sempat naik menjadi 75,47.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya