Angka Kerukunan Beragama 2018 Turun

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 26 Maret 2019 15:01
Angka Kerukunan Beragama 2018 Turun
Angka tersebut terus turun sejak 2016.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan laporan tahunan kehidupan beragama 2018 di Morrissey Hotel, Jakarta. Dalam laporan tahunan kehidupan beragama 2018, Kemenag menyebut angka kerukunan umat beragama 2018 di Indonesia turun dibanding tahun 2017.

" Meski turun masih dalam rentang kategori rukun tinggi. Hal ini berarti kondisi kerukunan memang dinamis," kata Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Mas'ud, Senin 25 Maret 2019.

Menurut Abdurrahman, laporan kerukunan umat beragama nasional itu terdiri dari dua aspek kehidupan keagamaan yang berada di bawah tanggung jawab Kemenag, yakni bimbingan masayarakat agama, aliran keagamaan dan kerukunan umat beragama, serta haji, umrah dan produk halal.

" Ini merupakan tahun ke sembilan. Tahun ini laporan tahunan mengambil tema besar moderasi beragama," ujar dia.

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, tambah Abdurrahman, Indonesia dikenal toleran dengan keberagaman agama dan sukunya. Dia menjelaskan, penyebab konflik di masyarakat karena cara beragama yang cenderung ekstrem dan radikal, sehingga menimbulkan opini negatif terhadap orang yang berbeda keyakinan.

" Moderat menjadi sebuah lawan kata dari ekstremisme dan radikalisme," ucap dia.

Abdurrahman mengatakan, survei indeks kerukunan umat beragama menggunakan tiga variabel yakni toleransi, kerjasama dan kesejahteraan. Tahun ini, dari penilaian tiga variabel itu, skor mencapai 70,90. Pada 2017, angka kerukunan umat beragama yakni 72,27.

Dengan perolehan ini, artinya angka kerukunan umat beragama mengalami penurunan sejak 2016. Pada 2015, angka kerukunan umat beragama mencapai 75,36. Pada 2016, angka tersebut turun sempat naik menjadi 75,47.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone