Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liew Mun Leong, Petinggi Empat Perusahaan Besar Singapura Mundur (Facebook)
Dream - Petinggi di Bandara Internasional Changi Singapura, Liew Mun Leong, mengundurkan diri dari jabatannya. Dia mendapat banyak kritikan terkait kasus hukum yang melibatka seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia, Parti Liyani.
Hakim pada Pengadilan Tingkat Banding Singapura membebaskan Parti dari tuduhan pencurian yang dilayangkan Liew. Kasus hukum tersebut sempat memunculkan kemarahan publik sekaligus kritikan mengenai perlakuan pengusaha terkemuka Singapura tersebut kepada Parti yang pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya.
Liew memutuskan mundur dari empat organisasi bisnis pada Kamis, 10 September 2020. Selain Changi Airport Group (CAG), Liew juga meletakkan jabatannya di Surbana Jurong, Temasek, serta Temasek Foundation.
" Saya tidak ingin situasi saya saat ini menjadi gangguan," kata Liew, dikutip dari Liputan6.com.
Kasus ini berawal pada 2016, saat keluarga Liew memecat Parti. Selain itu, Liew dan keluarganya menuduh Parti mencuri barang-barang mereka senilai 34 ribu dolar Singapura, setara Rp372 juta, termasuk jam tangan serta pakaian.
Parti membantah tuduhan tersebut. Tetapi, pengadilan tingkat pertama malah menyatakan Parti bersalah dan menjatuhkan vonis 2 tahun 3 bulan penjara kepada dia.
Pada sidang banding, Pengadilan Tinggi Singapura menjatuhkan vonis membatalkan putusan pengadilan sebelumnya. Parti pun dibebaskan dari tuduhan pencurian tersebut.
Bahkan, hakim menilai keluarga Liew memiliki motif yang tidak tepat dalam mengajukan tuntutan kepada Parti. Ketika sidang pemeriksaan, terungkap Parti sempat hendak melaporkan majikannya karena disuruh membersihkan rumah anak Liew, Karl.
Praktik kerja seperti itu dinyatakan ilegal di Singapura. Karena Parti semula hanya dipekerjakan untuk membersihkan rumah yang Liew.
Dalam bagian pertimbangan, hakim menyatakan terdapat alasan untuk meyakini tuduhan terhadap Parti bertujuan menghalangi dia melaporkan Liew. Hakim juga mempertanyakan kredibilitas putra Liew, Karl, yang sempat dihadirkan sebagai saksi.
Hakim juga mengkritik model penanganan barang bukti oleh detektif dan jaksa serta kepolisian yang akhirnya menggelar penyelidikan.
" Keluarga dan saya bekerja sama sepenuhnya dengan polisi dan memberikan pernyataan dan bukti saat diperlukan," kata Liew.
Meski demikian, Liew menghormati keputusan pengadilan.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya