Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dampak Banjir Sukabumi (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Dream - Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, menyatakan banjir bandang yang menerjang pada Senin sore, 21 September 2020 diakibatkan jebolnya embung di lereng Gunung Salak. Hujan deras mengakibatkan volume air meningkat cepat hingga embung tidak lagi mampu menahan volume air.
" Karena hujan deras dan di sana ada embung kemudian jebol," ujar Adjo, dikutip dari Liputan6.com.
Adjo mengatakan dari informasi yang dia dapat, curah hujan yang turun sore kemarin sangat tinggi. Air yang banyak tak lagi mampu ditahan dinding embung yang akhirnya jebol dan air meluap.
" Saya belum sampai ke sana, menelusuri TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), Perhutani. Cuma berdasarkan informasi dari tim investiasi, di sana ada semacam kolam penampungan air, jebol," kata dia.
Akibatnya, air yang mengandung lumpur bercampur batu dan batang pohon menerjang pemukiman warga. Tiga kecamatan terdampak banjir tersebut yaitu Cidahu, Cicurug, dan Parungkuda.
Sejumlah rumah dan sawah rusak. Dua jembatan putus dan banyak kendaraan roda dua serta roda empat hanyut terbawa arus.
Selain itu, tiga orang dilaporkan hanyut. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Banjir tersebut menyebabkan 311 bangunan rusak. Sedangkan sekitar 299 Kepala Keluarga atau 1.210 orang mengungsi, serta 20 korban mengalami luka-luka.
" Kita ada posko penampungan dan logistik. Tapi sebagian sudah tinggal di keluarganya," kata Adjo.
Ke depan, Pemkab Sukabumi akan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir akan direhabilitasi.
" Sekarang sedang diinventarisir berapa jumlah korban dan rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat sebagai acuan untuk menyalurkan bantuan," kata dia.
(sah, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya