Kasus Mutilasi Kalibata City, Pelaku Belajar dari YouTube

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 22 September 2020 18:02
Kasus Mutilasi Kalibata City, Pelaku Belajar dari YouTube
Djumadil dalam kondisi tenang saat menjalankan aksinya.

Dream - Pasangan sejoli pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Apartemen Kalibata City, Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS) mengejutkan publik. Keduanya membunuh korban hanya ingin mengusai harta korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, Djumadil memotong tubuh korban dalam kondisi tenang.

Oleh karena itu, pihaknya akan membawa Djumadil ke psikiater untuk memastikan kondisi kejiwaannya. “ Kita akan antar ke psikiater,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 20 September 2020.

Akan tetapi, sambungnya, Djumadil terlihat tak memiliki tanda-tanda gangguan kejiwaan (psikopat).

“ Tapi kalau dilihat dari bentuknya tidak ada sakit jiwanya. Orang normal dia,” tegas mantan Kabid Humas Pold Jabar ini.

Menurut informasi yang dihimpun dari pojoksatu.id, kedua pelaku melakukan mutilasi dengan mempelajarinya dari YouTube.

“ Rupanya yang bersangkutan belajar mutilasi pakai Youtube. Dia lihat dari Youtube,” ungkap Yuri.

1 dari 3 halaman

Sempat Tidur Bersama Jenazah

Keterangan pihak polisi, pelaku mengaku sempat tidur bersama potongan jenazah korban. Keduanya mengaku kelelahan setelah memotong-motong tubuh korban.

“ Sempat menginap di situ (Apartemen Kalibata City), satu malam bersama dengan jenazah. Alasannya kecapekan, ketiduran,” ungkap Yuri.

Sebelumnya, kedua pelaku membiarkan jenazah korban selama tiga hari di kamar mandi di Apartemen Pasar Baru.

“ Tanggal 9 (September) dieksekusi. Dibiarkan dulu tiga hari,” ungkapnya.

Keduanya lantas memperpanjang masa menginap untuk memutilasi tubuh korban.

“ Tanggal 12 (September), cuma badannya yang tengah dan tangan dimasukkan koper,” sambungnya.

Potongan tubuh korban kemudian dibawa menggunakan taksi online menuju Apartemen Kalibata City menggunakan koper.

“ Terus sewa taksi online bawa ke sana (Apartemen Kalibata City), tanggal 13 potong (mutilasi) lagi,” beber Yuri.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya, tubuh korban yang sudah terpotong-potong itu dibersihkan.

“ Tanggal 14, 15, 16 itu dilakukan pembersihan. Dia (Djumadil) beli sendiri cat, sprei. Dia cuci sampai tanggal 16 itu,” bebernya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin sebagai tersangka pembunuhan disertai mutilasi.

 

 

3 dari 3 halaman

Berdasarkan pemeriksaan, keduanya juga sempat berencana akan mengubur jenazah korban di belakang kontrakan mereka di Cimanggis, Depok.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Sumber: pojoksatu.id