Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Salah Satu Muslimah Srebrenica Berziarah Di Makam Masal Korban Pembantaian (theguardian.com)
Dream - Lebih dari 30 Muslim yang tinggal di Srebrenica, Bosnia mengalami tindak pelecehan dari kepolisian setempat. Mereka ditangkap setelah sekelompok polisi bertopeng dan bersenjata menyerbu rumah-rumah para Muslim dengan dalih menyelidiki ekstrimis Islam.
Hal itu membuat Walikota Srebrenica yang juga seorang Muslim, Camil Durakovic geram. Ia menyebut tindakan kepolisian sebagai bentuk penindasan.
"Terorisme merupakan persoalan global yang serius dan kita harus memeranginya, tapi Anda tidak bisa menggunakan isu ini sebagai alasan untuk mengirim pasukan bertopeng dan bersenjata menyerang rumah orang Islam dan menangkapnya tanpa bukti," ujar Durakovic.
Penyerangan itu terjadi pada Rabu, 6 Mei 2015 lalu. Anehnya, para polisi yang dikerahkan bukan berasal dari kesatuan yang berdinas di Srebrenica, melainkan dari luar kawasan itu.
Insiden ini juga membuat Presiden Komunitas Muslim Bosnia Bakir Izetbegovic meradang. Ia menuding polisi telah bertindak melampaui wewenangnya.
"Kami tidak membiarkan tindak pelecehan terulang dengan kedok memerangi terorisme," kata dia.
Beberapa pekan sebelumnya, sebuah kantor kepolisian yang terletak di kawasan timur laut Bosnia mengalami insiden penembakan. Satu polisi tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Polisi kemudian menuding pelaku penembakan itu merupakan Muslim yang tergabung dalam jaringan gerakan ekstrimis. Hal itu menjadi dasar bagi polisi untuk menyerang rumah-rumah Muslim di Srebrenica.
Srebrenica merupakan kawasan yang menjadi lokasi pembantaian terburuk sejak Perang Dunia II. Kota ini dihuni para Muslim yang kemudian harus mengungsi untuk menghindari teror berkelanjutan, yang salah satunya salah perang etnis Bosnia pada 1990.
Komunitas Muslim kembali mendiami kawasan ini setelah perang etnis tersebut berakhir. Meski demikian, teror terus saja berlanjut. Salah satunya adalah pembantaian 8.000 Muslim dewasa maupun anak-anak pada 1995. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains