Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Dream - " Anak saya baru berusia empat bulan. Pergi ke rumah sakit untuk berobat, sekarang dia telah meninggal," kata seorang ibu di Xi An, China, dengan penuh kesedihan.
Putrinya diduga meninggal dunia setelah dipijat pada 30 November lalu, lapor Hua Shang Daily.
Insiden memilukan ini berawal ketika putrinya itu menderita batuk yang tidak sembuh-sembuh.
Khawatir dengan kondisinya, kedua orang tuanya membawa bayi tersebut ke rumah sakit untuk berobat.
Dokter yang memeriksa mengatakan bayi mungil itu tidak menderita penyakit yang serius.
Alih-alih memberikan obat atau suntikan, dia menyarankan bayi tersebut untuk dipijat.
Ibu bayi perempuan itu sebenarnya ragu apakah pijat cocok untuk anak berusia empat bulan.
" Tetapi karena itu saran dokter dan kami tidak mengerti, kami mengikutinya," kata ibu tersebut.
Setelah menjalani sesi pijat, kedua orang tuanya mengira bahwa anak mereka itu tertidur.
Baru ketika ingin mengganti bajunya, ibunya menyadari bahwa mulut putrinya mengeluarkan busa.
Tidak sampai di situ saja. Di bagian bawah hidung putrinya juga terdapat bekas darah.
" Saat itu dia tidak responsif sama sekali. Jadi kami segera memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit," katanya.
Rumah sakit mengatakan ketika anak itu dibawa masuk ruang gawat darurat, mereka menemukan darah di rongga hidungnya.
Pada saat itu, detak jantung anak tersebut sudah tidak ada dan napasnya juga telah berhenti.
Meskipun rumah sakit bisa menyadarkan anak itu, dia masih mengalami kesulitan bernapas.
Dia kemudian ditempatkan di ruang ICU untuk observasi sekitar jam 4.30 sore di hari yang sama.
Namun, mereka tidak dapat menolong nyawa anak itu. Menurut sertifikat kematian anak itu, dia meninggal akibat banyak organnya yang gagal berfungsi.
Setelah kejadian yang memilukan ini, kedua orang tuanya telah melaporkan dokter yang menyarankan untuk memijatkan putri mereka.
(Sah, Sumber: Asia One)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya