Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kerja Sama Strategis Dompet Dhuafa Dengan UNHCR (Istimewa)
Dream - Indonesia kerap menerima pengungsi dan pencari suaka dari berbagai. Jumlahnya cukup tinggi, mencapai 10 ribuan.
Data Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsian (UNHCR) mencatat per Oktober 2020 terdapat 13.745 pengungsi dari 40 negara berada di Indonesia. Mereka tersebar di sejumlah kota seperti Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Surabaya, Balikpapan, Manado, dan Kupang.
Para pengungsi ini terpaksa meninggalkan negaranya karena alasan keselamatan. Mereka pun mencari suaka ke sejumlah negara.
Secara global tercatat 26 juta jiwa mengungsi ke berbagai negara akibat konflik, dengan 60 persen di antaranya berasal dari negara-negara Islam. Jumlah ini diperkirakan meningkat karena menipisnya peluang solusi jangka panjang ditambah semakin berlarutnya konflik yang terjadi.
Para pengungsi dari dunia Islam tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan menerima bantuan dana zakat dan sedekah. Ini menjadi dasar bagi UNHCR memulai program filantropi Islam 2013 dan berkembang pesat hingga mendunia.
Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga donor kemanusiaan tergerak untuk terlibat dalam program penanganan pengungsi global. Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan kerja sama strategis dengan UNHCR pada Selasa, 10 November 2020.
" Sinergi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) tentunya sangat penting, terutama dalam menangani beberapa permasalahan sosial di masyarakat. Sebagai contoh masalah pengungsian, dengan sinergi kita bisa meminimalisir kekurangan sumber daya," ujar Direktur Fundraising Dompet Dhuafa, Doni Marlan, melalui keterangan tertulis.
Kerja sama strategis yang terbangun antara Dompet Dhuafa dengan UNHCR diharapkan membuka pintu kebaikan lebih luas. Juga dapat menciptakan potensi manfaat bagi banyak pihak.
Perwakilan UNHCR untuk Indonesia, Ann Maymann, mengatakan pandemi Covid-19 kemungkinan masih terjadi tahun depan. Pihaknya berharap kerja sama yang terjalin dalam menghasilkan peningkata perlindungan pengungsi tidak hanya di Indonesia namun juga global.
" Kami dengan senang hati memulai perjalanan baru yang menjanjikan ini bersama Dompet Dhuafa dan kami berharap melalui kolaborasi ini solusi yang lebih komprehensif dapat ditemukan sebagai bagian dari tujuan kami untuk memperkuat perlindungan pengungsi dan menemukan solusi jangka panjang," kata Maymann.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam