Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Pekerja Membangun Rumah Sementara Dan Masjid Darurat (Foto: Dompet Dhuafa)
Dream - Rusaknya fasilitas ekonomi akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menghentikan sendi kehidupan warga. Untuk membantu mempercepat proses restorasi, Dompet Dhuafa bersama para aktivis kemanusiaan menginisiasi rumah sementara bagi warga.
Sebanyak 138 unit rumah, sekolah, dan masjid darurat dibangun di titik pengungsian Masjid Agung Darussalam. Program pemulihan tersebut untuk mendukung dan memberi solusi kebutuhan masyarakat.
Ketua Pengurus DKM Masjid Agung Darussalam, Ustaz Helmi Ambas, mengatakan, kebutuhan tempat ibadah kala mengungsi tetaplah sebuah prioritas di antara peradaban masyarakat. Dia yakin, masjid darurat tersebut akan lebih bermakna disaat-saat pemulihan bencana seperti ini.
" Alhamdulillah, Dompet Dhuafa hadir melalui manfaatnya berupa Masjid Darurat sebagai solusi penyintas disini, bahkan mendampingi kami selama proses pembangunan. Melalui masjid, dakwah harus tetap berjalan dan mempertebal ketakwaan," ujar Helmi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Oktober 2018.

Koordinator Pembangunan Masjid Darurat respon Palu, Sanadi, mengatakan, proses pembangunan masjid ini sudah mencapai 80 persen. " Insyaallah besok lusa amanah ini akan mulai memfasilitasi warga penyintas di Palu," kata Sanadi.
Hingga Selasa, 23 Oktober 2018, Dompet Dhuafa sudah menangani 2.228 pasien dengan 52 titik pos medis serta klinik lapangan.
Diperkirakan sebanyak 6.470 penerima manfaat dari kehadiran dapur umum dan dapur keliling di tujuh titik. Sementara itu, diperkirakan sebanyak 1.446 jiwa menerima manfaat dari kehadiran 41 titik dukungan psikososial.
Adapun 4 unit MCK darurat, water purfier, enam unit tangki air, dua masjid darurat serta 138 rumah sementara memiliki manfaat untuk 2.064 jiwa. Jumlah keseluruhan penerima manfaat sebanyak 17.519 jiwa.
Tim Dompet Dhuafa terus bergerak ke berbagai lokasi untuk meninjau, pendampingan hingga assemen wilayah-wilayah yang terdampak. Tim Aktivis Kemanusiaan bagian logistik juga menyediakan 100 paket hygienic kit.
Di beberapa titik seperti berlokasi di Masjid Agung Palu, tim aktivis kemanusiaan membuat pipanisasi hingga sarana MCK dalam lokasi tersebut.
Tim Dompet Dhuafa juga mendistribusikan bubur kacang ijo sebanyak 500 porsi di titik pengungsian pos satelit Sigi, Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya