Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

DPR Cecar Menag Soal 481 Perguruan Tinggi Islam Belum Terakreditasi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 7 November 2019 16:00
DPR Cecar Menag Soal 481 Perguruan Tinggi Islam Belum Terakreditasi
Masalah akreditasi bisa berdampak pada mahasiswa.

Dream - Dewan Perwakilan Rakyat mencecar Menteri Agama, Fachrul Razi, terkait 481 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang belum terakreditasi. Persoalan itu dianggap sangat serius. 

" Ada 481 PTKIN yang belum terakreditasi. Ini persoalan serius," ujar Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, dalam Rapat Kerja Bersama dengan Kemenag di Senayan, Jakarta, Kamis 7 November 2019.

Yandri mengatakan jika PTKIN tersebut tak kunjung mendapat akreditasi dapat berdampak pada mahasiswanya. Salah satunya akan kesulitan dalam mencari pekerjaan.

" Kalau enggak terakreditasi maka akan sulit mahasiswanya mencari pekerjaan, untuk jadi ASN atau pekerjaan lain," kata dia.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap Kementerian Agama segera menyelesaikan masalah tersebut. " 481 itu banyak, Pak," kata Yandri.

Komisi VIII DPR dan Kemenag menggelar rapat kerja bersama membahas evaluasi anggaran 2019 dan rencana anggaran 2020. Terdapat pula sejumlah isu lain yang turut dibahas.

Di antaranya isu yang dibicarakan yaitu wacana pelarangan PNS menggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan Kemenag.

1 dari 7 halaman

Kemenag Alokasikan Rp1,26 Triliun untuk Bangun Fasilitas PTKIN

Dream - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Rp1,26 triliun untuk membangun fasilitas pembelajaran di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Anggaran itu bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang akan dipakai sepanjang 2019.

" Kementerian Agama mengalokasikan SBSN dengan skema Single Year Contract (SYC) untuk 35 PTKIN senilai 870 miliar," ujar Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Syafriansyah dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis, 7 Februari 2019.

Syafriansyah mengatakan, selain skema SYC, Kemenag juga akan mengeluarkan skema Multi Year Contrack (MYC). Anggaran dari MYC nantinya akan membiayai 6 PTKIN senilai Rp398 miliar.

" Total anggaran SBSN 2019 adalah Rp1.269.873.584.099 untuk 41 PTKIN," ucap dia.

Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum dan Keuangan IAIN Kendari, Pairin mengaku bersyukur atas anggaran yang dialokasikan. Pairin mengatakan, ini kali kedua IAIN mendapat anggaran tambahan dari SBSN untuk menambah fasilitas pembelajaran.

" Kami berterimakasih kepada Kementerian Agama yang kembali untuk kedua kalinya, mempercayakan kami mengelola anggaran SBSN untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan," ucap Pairin.

Pairin menjelaskan, pada 2018 lalu, IAIN Kendari mendapat anggaran Rp38 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun 60 ruang kelas pembelajaran terpadu.

Pairin menyebut, ruangan tersebut dimanfaatkan untuk proses pembersihan pembelajaran Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan Fakultas Syariah dan Hukum.(Sah)

2 dari 7 halaman

Indeks Kemampuan Baca Tulis Quran UIN di Indonesia, Kampusmu Urutan Berapa?

Dream - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama merilis hasil penelitian kemampuan baca tulis Alquran (BTQ) mahasiswa UIN di Indonesia pada 2019.

Responden penelitian ini terdiri dari mahasiswa semester tiga sampai lima yang terdampak secara langsung oleh terbitnya Keputusan Dirjen Pendis Nomor 102 tahun 2019 tentang Standar Keagamaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Lulusan PTKI.

Keputusan itu mengatur bahwa baca tulis Alquran menjadi salah satu kualifikasi yang harus dimiliki. Skor yang diberikan yaitu rentang 1 hingga 5.

" Secara umum kemampuan membaca dan menulis Alquran mahasiswa UIN di 14 kampus rata-rata bagus atau berkisar pada angka 3.19 untuk membaca dan 3.20 untuk menulis," ujar Kabid Kajian dan Pengembangan Alquran, Abdul Aziz, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu 6 November 2019.

Menurut Aziz Sidqi, dari 14 kampus UIN, peringkat tinggi diperoleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih skor 3,94 untuk kategori membaca Alquran. Sedang indeks terendah yaitu UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dengan skor 1.86.

3 dari 7 halaman

Menulis Huruf Alquran

Sementara itu, untuk kemampuan tulis huruf Alquran indeks tertinggi yaitu mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu 3.80. Lagi-lagi UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru menempati indeks terendah 1.90.

Sebanyak 14 UIN yang menjadi penelitian tersebut sesuai indeks diantaranya, yaitu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sarif Hidatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, dan UIN Antasari Banjarmasin.

Kemudian UIN Sumatera Utara, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Mataram Lombok, UIN Ar Raniry Banda Aceh, dan UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

" Indeks ini menunjukan bahwa kemampuan membaca dan menulis tidak jauh berbeda meskipun ditemukan mahasiswa yang sama sekali tidak bisa baca Alquran berkisar 0.4 persen dan tidak bisa menulis 0.6 persen," ujar dia.

" Rata-rata mahasiswa UIN sudah mampu mengenal huruf hijaiyah, izhar, ghunnah, qalqalah dan sebagainya," kata dia.

4 dari 7 halaman

Tergerak Hafalkan Alquran, PNS Jabar Ikuti Ujian Tahfiz

Dream - Generasi penghafal Alquran di Indonesia terus tumbuh. Mereka pun berasal dari beragam latar belakang, baik usia maupun profesi.

Ada balita, anak-anak, remaja, hingga usia lanjut. Ada juga yang pelajar, petani, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS), tergerak untuk menjadi penghafal Alquran.

Demikian halnya dengan Kantor Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat. Puluhan PNS turut menjadi penghafal Alquran lewat program Tahfiz Corporate.

Ujian Tahfiz

Program ini digagas oleh PPPA Daarul Quran Bandung. Para PNS tersebut juga telah menjalani Ujian Tahfiz yang dilaksanakan di mushola Dinas Perikanan Jabar pada Senin lalu, 28 Oktober 2019.

" Beberapa peserta sudah ada yang berhasil hafiz juz 30," ujar Penanggung Jawab Tahfiz Corporate Daarul Quran Bandung, Iqbal Tawakal, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Iqbal mengatakan ada dua orang peserta yang sudah menyelesaikan hafalan 1 juz. " Salah satunya atas nama Ibu Warsiti, beliau itu sudah hafal juz 30, sedangkan peserta yang lainnya masih belum lancar," kata dia.

PNS Tahfiz

Direktut Utama PPPA Daarul Quran, Abdul Ghofur, menjelaskan, Tahfiz Corporate merupakan program yang didawamkan untuk berdakwah tahfizul Quran. Diharapkan program ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Ghofur mengatakan program ini sudah dijalankan tidak hanya di institusi pemerintah. Sejumlah perusahaan baik BUMN maupun swasta turut terlibat dalam program ini.

" Alhamdulillah perusahaan seperti PT GMF AeroAsia, Warunk Upnormal dan sejumlah perusahaan lainnya juga telah bekerja sama dengan kami dalam program Tahfiz Corporate. Semoga hadirnya program ini membuat kita semua semakin dekat dengan Alquran," kata Ghofur.

5 dari 7 halaman

Menjadi Tahfiz Quran, Ini Adab yang Patut Diperhatikan

Dream - Menghafal Alquran memang mengandung keutamaan tersendiri. Di setiap hurufnya terkandung sepuluh kebaikan bagi orang membacanya.

Keutamaan lebih besar didapat mereka yang bisa menghafal Alquran. Salah satunya, jaminan masuk surga dan mahkota bagi orangtua.

Dewasa ini, banyak yang berlomba-lomba untuk menghafal Alquran. Tidak sedikit dari saudara kita yang memutuskan menjadi tahfiz mandiri ataupun masuk ke pesantren dan rumah tahfiz demi menjadi penghafal Alquran.

Namun demikian, menjadi tahfiz hakiki tidak mudah. Tidak cukup hanya dengan hafal Alquran, namun dituntut untuk menerapkan isinya dalam kehidupan nyata.

Dikutip dari NU Online, Imam Al Qathalani seperti dikutip Mustafa Murad dalam kitabnya Kaifa Tahfadz Alquran menyatakan Ahlu Alquran adalah orang yang mengamalkan Alquran. Mereka adalah kekasih Allah.

Sehingga, setiap orang yang ingin menjadi tahfiz Alquran patut memperhatikan sejumlah adabnnya. Ini untuk menjaga identitasnya sebagai Ahlu Allah wa khasshatuh (keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya).

6 dari 7 halaman

Berjiwa Mulia

Adab pertama yaitu perangai dan akhlak sempurna. Seseorang yang menjadi tahfiz harus mencerminkan akhlak Alquran. Dia harus mencontoh akhlak Rasulullah Muhammad SAW.

Rasulullah adalah teks Alquran yang hidup. Seluruh kandungan dalam Alquran terejawantahkan dalam diri Rasulullah.

Adab kedua, harus meninggalkan segala larangan untuk memuliakan Alquran. Seseorang tidak boleh sekalipun melanggar larangan yang tercantum dalam Akquran.

Adab ketiga yaitu menjaga diri dari pekerjaan rendah. Seorang penghafal Alquran tidak boleh menjalankan pekerjaan tak halal atau menjerumuskan pada dosa.

 Adab keempat, memiliki jiwa mulia. Jiwa seorang tahfiz harus bersih dari segala prasangka buruk dan selalu menjaga lisan serta perbuatannya. Tidak boleh seorang tahfiz kasar sikapnya, pelupa, bersuara lantang, serta pemarah.

7 dari 7 halaman

Tawadu`

Adab kelima, seorang penghafal Alquran memiliki derajat lebih tinggi dari penguasa yang sombong dan pecinta dunia yang jahat. Sehingga, dia tidak boleh merendahkan diri di hadapan penguasa angkuh dan serta tidak menjadi pengikut kaum pecinta dunia.

Adab keenam, harus bersikap tawadhu' kepada orang-orang sholeh, baik serta miskin. Dia diharuskan bersikap santun kepada semua orang terutama kepada orang sholeh serta menyayangi mereka yang miskin.

Adab ketujuh, jiwa diharuskan khusyuk, tenang dan berwibawa. Seorang ahli Alquran hendaknya berjiwa tenang dalam penampilan serta sabar menjaga dan merawat hafalannya.

Adab kedelapan, tidak boleh menjadikan Alquran sebagai sumber penghasilan. Seorang tahfiz Alquran tidak pantas menggantungkan diri kepada orang lain dan justru dia dituntut memenuhi kebutuhan saudaranya.

Sedangkan adab kesembilan, selalu mengulang hafalannya. Yang paling utama adalah dengan muraja'ah tiap malam mengingat sebagai waktu mustajab.

Sumber: NU Online

Beri Komentar