Baru Menjabat Dua Bulan, Kapolres Kampar Dicopot

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 19 November 2019 14:45
Baru Menjabat Dua Bulan, Kapolres Kampar Dicopot
Santer beredar kabar pencopotan Kapolres Kampar gara-gara mengobrol saat pengarahan dari Kapolri.

Dream - Kapolri, Jenderal Idham Aziz mencopot Kapolres Kampar, AKBP Asep Darmawan. Padahal, jabatan itu baru dinikmati Asep selama dua bulan.

Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal membenarkan pencopotan Asep. " Benar dicopot," katanya.

Disinggung soal kabar AKBP Asep terlambat datang dan tepergok mengobrol saat Kapolri memberikan pengarahan, Iqbal enggan menjelaskan secara detail alasan pencopotan Kapolres Kampar tersebut.

Desas-desus yang beredar, Asep dimutasi karena berbincang saat Idham memberikan amanat dalam apel Kasatwil.

Pencopotan AKBP Asep Darmawan tertuang dalam surat telegram nomor ST/3094/XI/KEP./2019 tertanggal Senin, 18 November 2019.

Kini, posisi Kapolres Kampar ditempati AKBP Mohammad Kholid yang sebelumnya menjabat Direskrimum Polda Riau.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

1 dari 4 halaman

Istri Hina Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Dicopot

Dream - Dua istri dua anggota TNI Angkatan Darat dianggap menghina Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto terkait dengan kasus penyerangan yang menimpanya pada Kamis, 10 Oktober 2019 di Menes, Pandeglang, Banten.

Dua istri TNI AD itu membandingkan peristiwa yang dialami Wiranto dengan kasus adanya korban aksi mahasiswa di DPR beberapa waktu lalu, kebakaran hutan dan lahan.

 Istri anggota TNI

Istri anggota TNI

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa mengatakan, keduanya akan menjalani proses hukum.

" Pada dua individu ini yang melakukan postingan yang kami duga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UTE, maka kami dorong prosesnya ke peradilan umum," ujar Andhika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.

2 dari 4 halaman

Lepas Jabatan Militer

3 dari 4 halaman

Buntut Kematian Dua Mahasiswa Demonstran, Kapolres Kendari Dicopot

Dream - Kapolres Kendari, AKBP Jemi Djunaidi, Kasat Reskrim, AKP Diki Kurniawan, dan lima bintara polisi dipindahkan dari tempat tugasnya.

Pemindahan itu karena buntuk tembakan yang terlontar dan membuat dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas.

Jemi Junaidi dimutasi ke Polda Kalimantan Tengah sebagai Kabag Dalpres. Sementara itu, Diki Kurniawan dicopot dari jabatannya.

Diki dan lima bintara Polres Kendari berstatus bebas tugas. Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, Diki dan lima bintara Polres Kendari itu bebas tugas sejak 5 Oktober 2019.

Keenamnya tidak diizinkan melaksanakan tugas kepolisian, meski harus tetap masuk kantor.

" Mereka tidak diberikan kewenangan lagi untuk melaksanakan tugas," kata Harry, dikutip dari Liputan6.com. Rabu, 9 Oktober 2019.

 

4 dari 4 halaman

Melanggar SOP

Sebelum dibebastugaskan, Diki sempat pindak ke posisi baru sebagai perwira menengah di Biro Operasional Polda Sulawesi Tenggara.

Lima orang bintara polisi lainnya dari Polres Kendari, ikut dipindahkan ke Bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Sulawesi Tenggara. Kelimanya ikut dalam pengamanan aksi demonstrasi berdarah yang menewaskan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19).

" Status Kasat Reskrim kan masih terperiksa, karena diduga melanggar SOP saat unjuk rasa," kata dia.

Harry menjelaskan, pelanggaran SOP dimaksud adalah membawa senjata api saat demonstrasi. Padahal, sehari sebelumnya, sudah ditekankan agar tidak membawa peluru karet dan tajam.

" Selanjutnya akan kami rilis perkembangan mengenai pemberkasan kasus mereka dan sidang," ujar dia.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik