Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Kapolri Jenderal (Pol) Idham Fauzi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Setelah melepas jabatannya pada Januari 2021 lalu, mantan Kapolri Idham Aziz kini memliki aktivitas baru. Pria kelahiran Kendari itu sedang sibuk melakukan revitalisasi lahan mangrove di Desa Atuwatu, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Dilansir dari Liputan6.com, Idham Aziz merevitalisasi sekitar 35 hekatre lahan bekas tambak ikan menjadi kebun mangrove.
Sekitar tahun 1970 hingga awal 2000-an, lokasi itu sebelumnya menjadi tambak bandeng dan jenis ikan air tawar lain. Lantaran kondisi perairan kurang menguntungkan bagi nelayan, pemiliknya melepasnya dan dibeli oleh adik Idham Aziz.
Kepala Desa Atuwatu, Nur Ali mengatakan, saat ini sudah ada ribuan pohon mangrove di lahan bekas tambak itu. Benteng alam ini sengaja ditanam untuk menahan abrasi pantai.
" Dahulu, lahan ini milik 8 orang nelayan. Namun, kemudian mantan Kapolri membeli lahan ini seiring tambak ditinggal pemiliknya," ujar Nur Ali.

Camat Soropia, Masnur menyatakan, sebelum pensiun ternyata Idham Aziz juga sudah menginisiasi pembangunan sebuah sekolah dasar tidak layak pakai. Dia menjelaskan, Idham Aziz memindahkan sekolah itu ke tempat lain yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi awal.
" Kalau hujan, sekolah yang lama akan masuk air karena posisinya di bawah bukit, guru dan siswa terganggu karena lumpur masuk dalam ruangan. Kadang belajar langsung berhenti kalau hujan," ujar Masnur, Rabu 3 Februari 2021.
Tidak hanya itu, Masnur mengungkapkan, sekolah baru yang dibuat Idham Aziz, lebih luas dan lebih lengkap fasilitasnya. Sebelumnya, luas lahan dan gedung sekolah hanya sekitar 30x30 meter. Sedangkan sekolah baru, memiliki luas 60x60 meter, disertai fasilitas lapangan olahraga.
Sekda Konawe, Ferdinand menyatakan, pemindahan sekolah dasar saat ini sedang dibahas tahapannya. Menurutnya, saat ini, pemohon sedang mengajukan persyaratan. Kemudian, akan dikaji oleh tim penilai independen yang akan mempertimbangkan aspek teknis, fungsi, dan ekonomi.
" Namun, pengamatan kami sementara masyarakat senang dengan sekolah baru, namun soal kelayakan, kami kira sudah bagus hanya mesti mengikuti prosedur peralihan lokasi sekolah," katanya.
Seminggu setelah Idham Aziz pensiun, mahasiswa berdemonstrasi di DPRD Provinsi Sultra, Selasa (2/2/2021). Mereka menuding, mantan kapolri menimbun laut dan merusak mangrove.
Ternyata, kondisi sebaliknya yang terjadi di lapangan. Tudingan ini, mendapat tanggapan dari sejumlah pihak. Kadis Kehutanan Sultra, Sahid menyatakan, Idham Aziz sebenarnya bukannya merusak ekosistem laut, malah memperbaiki.
Mahasiswa mungkin melihat tanah yang dibeton di sekitar lahan, tetapi tanah itu dahulu bekas pematang tambak yang saat ini dibuat jalan.
" Malah kami melihat ini sebagai revitalisasi tambak. Sebab menanam kembali tambak yang sudah kosong dengan mengrove sebagai gantinya," ujar Sahid.

Kadis Lingkungan Hidup Sultra, Ansar menyatakan, saat ini apa yang terjadi di lokasi bekas lahan tambak di Konawe seharusnya mendapat apresiasi. Karena, adanya tanaman mangrove, sebagai upaya mantan Kapolri mendukung program pemerintah menanam sejuta pohon mangrove di daerah pesisir.
" Dalam istilah kehutanan, ini namanya agro Silvofishery atau sering disebut sebagai wanamina adalah suatu bentuk kegiatan yang terintegrasi (terpadu) antara budidaya air payau dengan pengembangan mangrove pada lokasi yang sama," pungkas Ansar.
Menurutnya, ke depan lokasi mangrove di Sultra diharapkan bisa meningkatkan promosi wisata dan bernilai ekonomis. Sebab. mangrove sebagai dinding penghalang ombak juga sebagai tempat tinggal berbagai jenis ikan dan kerang.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya