Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal (Foto: Liputan6.com)
Dream - Jokowi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal tenaga kesehatan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis 4 Februari 2021. Pelaksanaan vaksinasi itu menerapkan protokol kesehatan ketat.
Jokowi mengatakan, vaksinasi massal tersebut bertujuan untuk semakin mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan agar pemerintah dapat segera memulai pelaksanaan vaksinasi untuk tahap berikutnya.
" Meskipun di puskesmas-puskesmas dan rumah-rumah sakit di daerah sudah memulai vaksinasi, tapi kita ingin mempercepat proses vaksinasi ini sehingga tadi di Istora Gelora Bung Karno secara massal dimulai vaksinasi untuk tenaga kesehatan," ujar Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Saat ini, sebanyak 700.266 tenaga kesehatan memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19. Jumlah tersebut mencapai kurang lebih 45 persen dari target sebesar 1,5 juta tenaga kesehatan.
" Inilah yang ingin kita kejar sehingga kita bisa segera memulai yang di luar tenaga kesehatan. Kita harapkan vaksinasi bisa dipercepat," kata Jokowi.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan bahwa vaksinasi massal tersebut diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan. Kurang lebih sebanyak lima ribu tenaga kesehatan ditargetkan untuk dapat mengikuti kegiatan vaksinasi massal pada hari ini.
Kegiatan vaksinasi massal serupa sebelumnya sudah pernah dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.
Maxi mengatakan pelaksanaan vaksinasi massal ini sekaligus persiapan untuk melakukan vaksinasi dengan jumlah peserta yang lebih besar pada tahap berikutnya. Diharapkan seluruh proses ini dapat selesai pada akhir April 2021 mendatang.
" Ini sekaligus latihan kita untuk melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal seperti ini untuk mengantisipasi vaksinasi tahap berikut untuk (tenaga) pelayanan publik yang jumlahnya ada 18 juta supaya kita terbiasa," kata dia.
Sumber: liputan6.com
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjalani vaksinasi tahap kedua di Istana Negara, Jakarta Pusat. Meski target vaksinasi belum mencapai target, Jokowi melaporkan sudah ada 250 ribu Nakes telah divaksin.
" Ini kan baru awal-awal, vaksinasi ini baru awal, dimulai dari Nakes, baik dokter, perawat, di awal ada manajemen lapangan yang harus diperbaiki. Sehingga hari ini kita kurang lebih 250 ribu yang sudah divaksin untuk Nakes," kata Jokowi dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 27 Januari 2021.
Jokowi mengatakan, jumlah tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi dalam beberapa hari ini terakhir sudah bisa mencapai 50 ribu orang per hari. Menurutnya, jumlah tersebut mengalami lonjakan yang tinggi.
" Tetapi sehari dua hari ini sudah melonjaknya cukup tajam, jadi sehari, dua hari bisa 50 ribu (nakes yang divaksinasi)," ucapnya.
Presiden juga menargetkan program vaksinasi nantinya bisa dilakukan sebanyak 1 juta orang dalam sehari Untuk merealisasikan target itu akan dibutuhkan 30 ribu vaksinator yang ada di kurang lebih 10 ribu puskesmas dan 3 ribu rumah sakit.
" Kita harapkan sebetulnya sehari paling tidak bisa 900 sampai 1 juta yang bisa divaksin. Ini target," kata Jokowi.
Jokowi menyadari target vaksinasi sehari 1 juta orang ini memerlukan waktu. Dia menyebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin harus menyiapkan manajemen lapangan yang mumpuni.
" Tapi itu memang perlu waktu, perlu manajemen lapangan yang baik dan ini yang selalu terus saya sampaikan ke Menteri Kesehatan," tutur Jokowi.
Diketahui, Jokowi menjalani vaksinasi tahap pertama pada Rabu, 13 Januari 2021 lalu. Dia menjalani vaksinasi bersama sejumlah pejabat dan tokoh publik.
Hari ini Jokowi menjalani vaksinasi ke-2. Vaksinasi ke-2 ini dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Januari 2021. Acara ini disiarkan langsung lewat akun YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi tampak memakai masker dan duduk mengenakan jaket berwarna merah. Kemudian dia melepaskan sedikit jaketnya dan vaksinator menyuntikkan vaksinasi ke-2.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya