Sudah Cukup! Hoaks Bikin Penanganan Pandemi Covid-19 Makin Rumit

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Februari 2021 07:01
Sudah Cukup! Hoaks Bikin Penanganan Pandemi Covid-19 Makin Rumit
Pandemi sebenarnya bisa ditangani dengan mengurangi mobilitas.

Dream - Keberadaan hoaks atau kabar bohong membawa dampak buruk terhadap semua lini kehidupan. Apalagi dalam penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini sedang dilakukan semua pemerintahan di dunia.

Peneliti Bioteknologi, Bimo Ario Tejo, mengatakan dari penelitian mengenai Covid-19 yang sedang dia jalankan sebenarnya penanganan pandemi seharusnya dapat dilakukan secara sederhana mudah. Demikian pula dengan Covid-19 saat ini.

" Secara textbook mengatasi wabah ini sederhana. Kita sudah melalui berbagai macam pandemi, paling tidak minimal 10 pandemi kita lalui dalam sejarah manusia. Itu mengatasinya hanya satu, yaitu membatasi mobilitas," ujar Bimo dalam diskusi virtual yang digelar BNPB.

Tetapi penanganan pandemi Covid-19 ternyata berjalan dengan rumit. Penyebabnya, ada banyak sekali hoaks yang berpengaruh terhadap penanganan Covid-19.

" Dengan banyaknya disinformasi, dengan banyaknya hoaks, jadi penanganan pandemi yang seharusnya mudah ini menjadi sulit," kata Bimo.

 

 

1 dari 2 halaman

Covid-19 Mengubah Banyak Hal

Dia mencontohkan wabah SARS dan MERS yang melanda beberapa negara bisa dihentikan dengan pendekatan kesehatan masyarakat. Kala itu, masyarakat belum banyak termakan hoaks.

Kondisi berbeda terjadi dalam kasus Covid-19. Menurut Bimo, akhirnya pendekatan kesehatan masyarakat tidak mencukupi akibat terlalu banyaknya hoaks yang beredar khususnya di media sosial.

" Sehingga kita harus memberikan perhatian khusus kepada upaya untuk menangkal disinformasi ini," kata dia.

Lebih lanjut, Bimo mengatakan Covid-19 telah mengubah banyak hal. Termasuk memicu banyak sekali kabar bohong yang dengan mudah berseliweran.

" Banyak yang harus diluruskan," ucap dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 2 halaman

Beri Komentar