EggBoy, Remaja Kepruk Telur Kepala Senator Australia Banjir Tawaran Hadiah

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 19 Maret 2019 12:01
EggBoy, Remaja Kepruk Telur Kepala Senator Australia Banjir Tawaran Hadiah
Soal Ferrari? Masih teka-teki.

Dream - Berita Will `EggBoy` Connolly telah menjadi konsumsi masyarakat dunia. Keberanian remaja tersebut memecahkan telur di kepala senator Queensland, Fraser Anning dianggap sebagai bentuk simpati kepada umat Islam.

Untuk diketahui Fraser merupakan anggota Senat yang membuat pernyataan kontroversial terkait penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Selandia Baru. Aksi terorisme itu menewaskan sekitar 50 orang pengunjung masjid yang usai melaksanakan sholat jumat. 

Sebelum Twitternya ditutup, Will sempat mencuitkan alasan memecahkan telur tersebut.

" Inilah saat ketika saya merasa sangat bangga sebagai manusia. Izinkan saya memberitahu, Muslim bukan teroris dan terorisme tidak punya agama. Semua orang yang menganggap Muslim sebagai komunitas teroris, memiliki kepala kosong seperti Anning," ujar Will.

Reaksi Will membuat mengundang simpati dari sejumlah netizen di sosial media. Salah satunya diungkapkan profesor Filsafat, Caner Taslaman, yang menawari tiket perjalanan eksklusif ke Turki.

Caner bahkan siap menyambut Will dan membawanya menginap di sebuah hotel bintang lima.

" Jadilah tamu kami di Turki," kata Caner, dalam cuitannya.

Dalam berita yang beredar, seorang pengguna media sosial juga menawarkan Will sebuah Ferrari. Pengguna media sosial itu mengaku diri sebagai Dean Omeara tersebut mengundang Will ke Dubai dan berjanji memberikan Si Kuda Jingkrak mahal tersebut.

1 dari 6 halaman

Nasib Remaja yang Kepruk Telur ke Kepala Senator Australia

Dream - Seorang bocah berusia 17 tahun asal Hampton Melbourne, Will Connolly dengan berani melemparkan telur ke kepala Senator Australia, Fraser Anning sambil merekamnya di ponsel pribadinya.

Setelah 'mendapat' telur, Anning bereaksi dengan memukul bocah tersebut. Aparat kepolisian langsung bertindak dan mengamankan Connolly.

Dikutip dari laman ABC News, Juru Bicara Kepolisian Victoria mengatakan, Connolly saat ini masih menjalani pemeriksaan. Ia bisa saja bebas tergantung hasil dari penyelidikan.

Pasca aksi beraninya itu, laman penggalangan dana juga ramai mengumpulkan biaya untuk jaminan hukuman remaja itu. Selain itu, biaya lainnya juga diperuntukkan untuk membeli lebih banyak telur.

Peristiwa ini terjadi pasca Anning mengeluarkan pernyataan tidak simpatiknya terhadap kasus teror penembakan di dua masjid di Selandia Baru.

Anning menyebut peristiwa itu disebabkan oleh kaum Muslim. " Penyebab pertumpahan darah sesungguhnya di jalan-jalan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru," kata Anning.

Pernyataan Anning kemudian mendapat tanggapan negatif dari pejabat Australia, seperti pemimpin oposisi Bill Shorten yang menyebut kalau ucapan Anning itu sangat " menjijikan" .

" Itu menjijikkan dan tidak memiliki tempat di Parlemen Australia dan mudah-mudahan para pemilih akan berurusan dengan orang ini dengan cara yang paling efektif. Dia harus ditempatkan di bagian bawah pemilihan partai politik," tegas Bill.

2 dari 6 halaman

Cerita Mendebarkan Femmy Permatasari Saat Teror Penembakan Selandia Baru

Dream - Femmy Permatasari mengaku terkejut mendengar aksi penembakan yang terjadi di dua masjid di Selandia baru. Pesinetron senior ini pantas terkejut karena saat ini dia tengah berada di Negeri Kiwi itu usai melangsungkan pernikahan.

Diketahui, Femmy menikah dengan seorang pengusaha bernama Alfons Martinus Purnomo pada Kamis, 14 Maret 2019 di Selandia Baru.

Menurut Femmy, tempat kejadian aksi teror penembakan yang menewaskan 49 orang itu memang cukup jauh dari lokasinya berada. Namun kejadian itu membuatnya sempat ketakutan.

" Cukup kaget, tapi kebetulan jauh dari saya. Beda pulau kami North Island. Itu di South Island kejadiannya," kata Femmy saat dihubungi Dream, Jumat 15 Maret 2019.

 femmy permatasari

Khawatir dengan kondisi yang terjadi, Femmy dan suami memutuskan membatalkan rencana bulan madu. Alasannya, lokasi bulan madu yang akan ditujunya tidak jauh dari lokasi penembakan tersebut.

" Nah rencana honeymoon kita mau ke arah sana tapi kita batalin saja deh, kita tetap di north island saja," kata dia.

Walau membatalkan bulan madu, Femmy memutuskan tetap akan menghabiskan waktu di New Zealand hingga 23 Maret 2019 mendatang.

" Khawatir pasti ada tapi, tanggung kita habiskan saja keliling New Zealand, kan banyak kota-kota nya," tuturnya.(Sah)

3 dari 6 halaman

Senjata Penembak Masjid di Selandia Baru Bertuliskan Nama

Dream - Penembakan terhadap orang-orang Muslim di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, menyedot perhatian dunia. Brenton Tarrant diketahui sebagai pelaku penembakan yang menewaskan 49 orang.

Dikutip dari Metro.co.uk, Sabtu 16 Maret 2019, dia ditangkap bersama dua orang lainnya bersama bahan-bahan peledak. Dikabarkan bahwa Tarrant cs ini merencanakan aksi teror secara hati-hati.

Hal yang menarik perhatian media adalah senjata yang digunakan pelaku penembakan. Ada nama-nama yang ditulis di senjata hitam. Nama itu ditulis dengan tinta putih,

Usut punya usut, ternyata nama yang ditulis merupakan nama tokoh dan peristiwa bersejarah.

Berikut ini adalah rinciannya.

4 dari 6 halaman

Kesaksian Mengerikan dari Orang Terakhir yang Keluar Hidup-Hidup dari Masjid Selandia Baru

Dream - Cerita mengerikan tentang teror penembakan di Selandia Baru disampaikan Ramzan Ali, saksi mata yang berada di Masjid Al Noor. Dia adalah orang terakhir yang berhasil keluar hidup-hidup dari masjid di Dean Ave, Christchurch, tersebut.

" Bisa dibilang aku diberkati. Aku beruntung. Allah melindungiku," kata Ramzan Ali, dikutip Dream dari laman New Zealand Herald, Sabtu, 16 Maret 2019

Sebanyak 49 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch. Sebanyak 30 di antaranya meninggal dalam serangan di Masjid Al Noor, Dean Ave, yang terletak di dekat Hagley Park. Sementara 48 orang terluka akibat serangan biadab teersebut.

Setelah penembakan membabi-buta itu, polisi setempat menangkap tiga pria dan satu wanita. Pemerintah setempat menyebut penembakan itu sebai serangan teroris.

5 dari 6 halaman

Dia Ditembak di Depan Mataku

Saat serangan itu, Ramzan Ali tengah menjalankan sholat Jumat di Masjid Deans Ave. Pria 62 tahun itu memperkirakan ada 300 Muslim di masjid tersebut. Menurut dia, khutbah jumat baru saja dimulai saat penembakan terjadi.

" Aku melihat orang-orang berlarian ke semua pintu. Untuk mengeluarkan 300 orang dari pintu tidak mudah, dari dua pintu, karena dia [penembak] masuk melalui pintu utama, dan ada dua pintu lagi di samping," kata Ali.

Dia tiarap di belakang bangku, meskipun Ali tahu kakinya tetap saja kelihatan. " Dia mulai menembak, dor, dor, dor. Sepupuku duduk di sampingku dan dia menembak kakinya."

Tembakan sempat berhenti dan terdengar lagi sebanyak tujuh letusan. Rupanya jeda tembakan merupakan waktu penembak mengisi kembali amunisi.

" Aku berpikir, 'Ya Tuhan, aku berharap dia kehabisan pelurunya. Aku berharap dia kehabisan peluru," ujar Ali.

Saat itulah Ali berpikir menjadi waktu tepat untuk menyelamatkan diri keluar dari masjid. Seorang pria duduk di dekat pintu utama dan memberinya isyarat kepadanya untuk mendekat.

" Dan apa yang [penembak] lakukan, dia menembaknya pada bagian dada. Tepaat di depanku," tutur Ali.

6 dari 6 halaman

Orang Terakhir

Dia kemudian tiarap di dekat jedela yang sudah rusak dan kemudian menyelamatkan diri ke Hagley Park. " Aku adalah orang terakhir yang keluar masjiddalam kondisi hidup."

Suami sepupu Ali dan seorang temannya terluka parah dalam serangan brutal tersebut. Saat wawancara itu, Ali mengatakan bahwa saudaranya, Ashraf, masih berada di masjid dan hilang.

" Ketika aku mencarinya, ada banyak orang meninggal di kedua pintu. Aku tidak melihat saudaraku. Aku berharap dia selamat," ujar pria asal Fiji yang pindah ke Selandia baru pada 1989 tersebut.(Sah)

Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham