Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sistem keuangan syariah makin agresif menyasar sektor keuangan mikro di seluruh dunia. Untuk aksinya ini, para pemangku kepentingan keuangan Islam sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) akan mengupayakan standar baru bagi lembaga-lembaga keuangan mikro syariah.
CEO AlHuda Centre of Islamic Banking and Economics (CIBE), Muhammad Zubair Mughal yakin keuangan mikro syariah saat ini sangat dibutuhkan untuk memerangi kemiskinan di dunia muslim.
“ Tak hanya muslim, pemanfaatan keuangan mikro syariah juga bisa digunakan kalangan non muslim karena prinsip keuangan Islami adalah sistem bukan agama,” ujar Zubair seperti dikutip laman Zawya, Selasa, 29 Oktober 2014.
Rencananya, penyusunan standar baru ini akan dikaji dalam Global Islamic Microfinance Forum (GIMF) edisi keempat yang bakal digelar pada 1-2 November di Dubai.
Dari forum ini diharapkan akan dihasilkan standar keuangan Islam baru, mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan syariah, dan membangun serta memberdayakan kekuatan masyarakat dalam industri keuangan mikro Islam.
Forum juga akan membahas masalah penerapan teknologi di industri keuangan mikro syariah, pembangunan pedesaan, asuransi mikro syariah, dunia kerja, peluang dan entrepreneur di bidang keuangan mikro syariah.
Zubai menambahkan, sistem keuangan mikro syariah memiliki manfaat lebih baik dari keuangan mikro konvensional. Hal inilah yang menyebabkannya lebih cocok dalam program pengentasan kemiskinan. “ Hanya saja masih dibutuhkan beberapa cara-cara baru untuk memanfaatkannya secara maksimal,” katanya.
GIMF merupakan hasil kerja sama antara CIBE, Akhuwat, Bank Pembangunan Islam yang diwakili IRTI dan asosiasi keuangan mikro dari negara-negara seperti Indonesia, Azerbaijan, Tajikistan, Nepal, Turki, Afrika Selatan, dan lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya