Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (BBC)
Dream - Malaysia menggelar turnamen bola jaring (netball) khusus wanita untuk pertama kalinya di timur laut negara bagian Kelantan. Permainan bola jaring adalah olahraga yang mirip basket dan populer di Malaysia.
Dalam turnamen tersebut, semua pemain diharuskan memakai kostum yang sopan dan penonton pria dilarang menyaksikan.
" Sebenarnya, olahraga ini sudah disesuaikan dengan hukum Allah. Jadi muslim dan non-muslim tidak perlu lagi mempertanyakannya," kata ketua Nomite Olahraga dan Kepemudaan Non-Pemerintah Kelantan, Ramli Mamat kepada Star Online.
Turnamen yang hanya berlangsung beberapa hari itu digelar hanya untuk wanita.
Meski tidak mengizinkan penonton pria, para pemain muslim atau non-muslim tetap diharuskan memakai kostum longgar dan berlengan panjang.
Kendati dianggap sukses oleh partai penguasa Kelantan, Parti Islam se-Malaysia (PAS), turnamen tersebut mendapat kritik karena mempromosikan pemisahan dan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat.
" Bahkan jika mereka tidak bisa inklusif dalam hal gender di bidang olahraga, saya tidak bisa membayangkan apa lagi yang akan mereka lakukan untuk mengurangi kegiatan untuk semua gender," Datuk Nur Jazlan Mohamed, wakil rakyat dari wilayah Pulai.
Pejabat Malaysia lainnya juga menilai turnamen tersebut adalah langkah salah yang akan berdampak pada pariwisata.
" Syukurlah, kegiatan olahraga nasional tidak mengenal pemisahan semacam itu," kata wakil rakyat Selangor, P. Kalamanathan, yang juga menjabat Deputi II Menteri Pendidikan Malaysia.
Dalam membela keputusannya, panitia bersikeras bahwa turnamen tersebut telah sesuai dengan ajaran Islam. " Saya menolak bahwa turnamen itu dikatakan sebagai cara menghancurkan keharmonisan ras di Kelantan," kata Ramli.
Ramli bahkan berencana akan menggelar acara olahraga khusus wanita lainnya. " Meski keputusan ini tidak populer, kami yakin itu tidak akan membunuh olahraga netball."
" Selain itu, para atlet juga telah menyelamatkan diri mereka dari api neraka," tambah Ramli.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya