7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Penahanan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Polisi menetapkan empat anak sebagai pelaku perundungan kepada remaja berinisial MZA (16) di Tangerang Selatan. Polisi telah mengamankan keempat bocah tersebut, meski tidak menahan mereka.
" Kasusnya masuk dalam persekusi. Hari ini diamankan dari rumah masing-masing. Untuk umurnya, keempat pelaku masih sekitar 12 tahunan," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 Mei 2022.
Sarly menjelaskan, keempat anak pelaku perundungan itu diamankan berdasar keterangan MZA dan pelapor. Selain itu juga didasarkan identifikasi video yang telah tersebar luas.
" Diamankan empat orang dari delapan orang sesuai keterangan dari saksi korban," jelas dia.
Akibat tindak penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh. Dalam video yang viral, penganiayaan dilakukan dengan besi obeng dan sundutan api rokok.
" Korban mengalami luka bakar pada lengan kiri dan bibir bawah. Kemudian ibunya langsung lapor ke Polres Tangsel," kata Sarly.
Ibu MZA, Nuryanah, mengatakan bahwa identitas pelaku memang masih di bawah umur. Mereka berusia sekitar 12 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
" Pelaku anak-anak di bawah umur, terduga pelaku di bawah usia korban semua. Sekitar kelas 6 SD," terang Nuryanah.
Sebelum kasus persekusi itu dilaporkan ke pihak berwajib, Nuryanah menerangkan, pengurus lingkungan dan warga setempat sempat berusaha menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
" Sebelumnya sempat dirundingkan sama RT/RW, tapi semua (anak terduga pelaku) engga ada yang mengaku. Malah anak saya yang dicecar, akhirnya dari dasar video itu, Selasa malam kami melapor ke Polres," ucap Nuryanah.
Kepala Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) Tangerang Selatan, Tri Purwanto, mengungkap, korban mengalami trauma setelah adanya perundungan. Namun kondisinya saat ini lebih baik dari sebelumnya.
" Kalau kemarin saya tanya, dia jawab. Jawab dia. Ngomongnya jelas, cara ngomongnya juga bagus. (Hasil trauma healing) Nanti dari tim psikolog kita yang akan menilai," kata Tri saat dikonfirmasi Rabu lalu.
Menurut Tri, perlakuan yang diterima MZA dari teman-temannya bukan lagi perundungan. Aksi tersebut sudah masuk penganiayaan. Tetapi belum bisa dipastikan dalam kategori ringan atau berat.
" Kalau dilihat dari video itu memang ada kekerasan. Korban yang jelas trauma, tapi lambat laun dia berani mengungkapkan," ujar dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?