Evi, Senator yang Digugat Karena Foto Cantik, Alami Kecelakaan di Cipularang

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 18 November 2019 20:24
Evi, Senator yang Digugat Karena Foto Cantik, Alami Kecelakaan di Cipularang
Mobil yang ditumpangi Evi, oleng dan menabrak.

Dream - Masih ingat dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Evi Apita Maya? Evi pernah diperkarakan ke Mahkamah Konstitusi karena menggunakan foto terlalu cantik saat kampanye Pemilu 2019.

Evi mengalami kecelakaan kecelakaan di tol Purbaleunyi KM 77, Purwakarta Arah Jakarta. Insiden itu terjadi pada Minggu, 17 November 2019.

" Ada tiga kendaraan yang terlibat tabrakan," ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama, Senin 18 November 2019.

Ricky menjelaskan peristiwa itu bermula ketika Evi yang mengemudikan mobil Honda CRV dengan nomor polisi DR 1063 BH dari Bandung menuju Jakarta hendak mendahului kendaraan di depannya. Tetapi, Evi menggunakan bahu jalan untuk menyalip.

Tiba-tiba, kendaraan Evi berbelok ke kanan dan menabrak mobil Datsun berpelat nomor polisi B 1302 NOK.

Mobil Datsun itu lalu oleng ke pembatas jalan yang berada di kanan dan terbalik. Di saat bersamaan, mobil Suzuki X-Over datang dan langsung menabrak mobil Datsun tersebut.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. " Kedua pengemudi (Datsun dan X-Over) dan penumpang sebanyak sembilan orang mengalami luka-luka kemudian korban dibawa ke RS MH Thamrin Purwakarta," kata Ricky.

1 dari 6 halaman

Digugat Karena Foto Kampanye Terlalu Cantik, Ini Pembelaan Evi Apita

Dream - Sosok Evi Apita menggegerkan pesta demokrasi lima tahunan Indonesia. Calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu digugat karena menipu publik.

Bukan kecurangan surat suara atau money politic yang menyebabkannya dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi. Peraih suara terbanyak 283.932 itu dituding menipu publik karena menampilkan foto kampanye dengan wajah lebih cantik

Sang penggugat adalah Farouk Muhammad, pesaing Evi, dalam perebutan suara di daerah pemilihan tersebut. .

Dilaporkan Liputan6.com, sosok Evi lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dia besar dan berkeluarga di Mataram, NTB.

Selain sebagai ibu, Evi juga sosok yang peduli pendidikan. Dia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Bahkan, dia juga sempat mengikuti pendidikan hukum yang singkat di Belanda.

2 dari 6 halaman

Pendidikan

Evi melanjutkan pendidikannya di bidang kenotariatan di Universitas Mataram.

Pileg DPD RI 2019 merupakan ajang politik pertama Evi di tingkat nasional. Sebelumnya, Evi gagal ketika maju sebagai anggota legislatif DPRD Provinsi NTB pada pileg 2009 dan 2014. Dia maju dari Partai Hanura.

Perolehan yang didapat Evi mengejutkan di pileg nasional ini cukup mengejutkan. Banyak yang menduga gayanya yang cantik di foto menyebabkan suara yang mengalir kepadanya tinggi.

3 dari 6 halaman

Foto yang Wajar

 Evi Apita Maya (Sumber: Facebook/calon.maya.3)

Evi Apita Maya (Sumber: Facebook/calon.maya.3)

Dia mengaku tidak ingin menjelek-jelekan rekan caleg dapil NTB lainnya, tetapi 27 calon yang ada semua menampilkan foto yang terbaik versi masing-masing.

Evi mengatakan, setiap calon pemimpin yang ingin menampilkan identitasnya di depan umum untuk dikenal dinilainya pasti menampilkan foto terbaik.

" Termasuk saya yang tampil ingin ikut kontestasi, wajar dong saya. Masa saya foto bangun tidur. Wajar. Perlulah saya dandan sedikit," tutur Evi.

4 dari 6 halaman

Gugatannya Cukup Aneh

Selama kampanye, Evi menggandeng sejumlah anak muda dari KNPI HMI hingga karang taruna. Dia membantah, selama kampanye hanya mengandalkan foto pencalonannya.

Evi menyebut, sosok Farouk menjadi satu-satunya yang menyoal foto pencalonan dirinya. Gugatan itu, kata dia, cukup aneh karena baru dipersoalkan ketika pemilihan telah usai.

 

5 dari 6 halaman

Kecewa Tak Didukung, Caleg Gagal Minta 4 Makam Keluarga Dipindah

Dream - Pemilihan legislatif 27 April 2019 telah usai. Tapi, dampak pemilu rupanya belum mereda.

Seorang warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang juga calon anggota legislatif di Dapil 1 Takalar diakanarkan kecewa lantaran suaranya tak memenuhi target untuk menjadi anggota legislatif.

Dilaporkan Sulselberita.com, caleg yang tak disebut namanya itu mengaku tak mendapat dukungan penuh dari keluarga Daeng Ngampa di Kelurahan Pattene. Kekecewaan itu dia luapkan dengan meminta empat makam milik keluarga Daeng Ngampa dipindindahkan.

Empat makam keluarga Daeng Ngampa tersebut disebut berada di tempat pemakaman milik caleg gagal.

Uniknya, makam tersebut sejatinya telah berada di area pemakaman Pangkarode, Kelurahan Pattene, Polsel, sejak puluhan tahun silam.

 

6 dari 6 halaman

Pengakuan Kerabat

Muhammad Rusli Ronrong, kerabat keluarga yang makamnya dibongkar, mengatakan, sang caleg gagal dan istrinya sempat mendatangi rumah kakaknya, Daeng Ngampa. Tapi, saat itu Daeng Ngampa sedang tak berada di rumahnya.

" Kebetulan saya ada di situ dan istri dari sang caleg gagal mengatakan, beri tahu Daeng Ngampa, suruh pindahkan itu kuburan istrinya, Daeng Lebong ke tempatnya Haji Bonto, karena Daeng Nampa tidak memilih suamiku," kata Rusli.

Rusli sempat menyayangkan sikap caleg gagal itu. Dia menyebut, perbedaan pilihan politik membuat orang yang puluhan tahun meninggal seolah ikut campur.

" Terus terang saya ini timnya si caleg, tapi saya sangat kecewa karena hanya beda pilihan (politik) keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban kejamnya politik," kata dia.

Rencananya, masin-masing makam keluarga itu akan dipindahkan ke pemakaman keluarga bear Abdul Rauf Daeng Ngampa, yang berlokasi tak jauh dari lokasi pemakaman sebelumnya.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik