Fakta-fakta Soal Polemik Frasa 'Madrasah' Hilang dari RUU Sisdiknas

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 30 Maret 2022 11:01
Fakta-fakta Soal Polemik Frasa 'Madrasah' Hilang dari RUU Sisdiknas
RUU Sisdiknas saat ini tengah menuai pro kontra terkait hilangnya kata ‘madrasah’ di dalamnya.

Dream - Draf RUU Sisdiknas atau Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional 2022 saat ini tengah menuai kontroversi menyoal hilangnya kata ‘madrasah’ di dalamnya.

Banyak respon negatif dari masyarakat karena berbeda dengan UU 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.

Kemendikbud pun menanggapi polemik ini dengan menegaskan bahwa tidak ada rencana penghapusan bentuk satuan pendidikan, seperti yang saat ini diperbincangkan. 

“ Sedari awal tidak ada keinginan ataupun rencana untuk menghapus sekolah atau madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional,” kata Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo, dikutip dari laman Kemendikbud, pada Selasa, 29 Maret 2022.

“ Sekolah maupun madrasah secara substansi tetap menjadi bagian dari jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh dari revisi RUU Sisdiknas,” lanjut Anindito.

RUU Sisdiknas ini pada dasarnya masuk ke dalam Program Legislasi Nasional 2020-2024. Menyusul pro-kontranya saat ini, berikut fakta-fakta hilangnya frasa madrasah dari RUU Sisdiknas.

 

1 dari 4 halaman

Masih Dalam Tahap Revisi

Anindito melanjutkan keterangannya, bahwa penamaan secara spesifik satuan pendidikan akan dijelaskan dalam bagian penjelasan.

“ Namun, penamaan secara spesifik seperti SD dan MI, SMP dan MTS, atau SMA, SMK, dan MA akan dijelaskan dalam bagian penjelasan. Hal ini dilakukan agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel dan dinamis.” kata Anindito.

Tahap dari perkembangan RUU Sisdiknas sekarang ini masih dalam revisi draf awal. Hal itu berdasarkan masukan dari para ahli dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus pembahasan dalam panitia antar kementerian.

”Pada dasarnya, RUU Sisdiknas juga masih di tahap perencanaan dan kami akan tetap banyak menampung dan menerima masukan,” tutup Anindito.

 

2 dari 4 halaman

Madrasah Tak Bisa Dipisahkan dari RUU Sisdiknas

Tanggapan datang dari Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto yang mendesak Kemendikbudristek untuk memasukkan Madrasah sebagai bagian tak terpisahkan dari RUU Sisdiknas, karena madrasah sudah ada sebelum Indonesia Merdeka.

" Madrasah adalah bagian tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di Indonesia. Sejarah Madrasah bahkan sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Jadi tidak ada alasan memisahkan Madrasah dari RUU Sisdiknas," kata Yandri di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2022, dikutip dari Liputan6.com, pada Selasa, 29 Maret 2022.

 

3 dari 4 halaman

DPR Menolak RUU Sisdiknas

Lebih lanjut, Yandri yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAN menegaskan, selama frasa madrasah belum masuk, draf RUU Sisdiknas yang disusun Kemendikbudristek ini akan ditolak. Karena tidak layak dan tak perlu dibahas oleh DPR.

" PAN menegaskan 100 persen akan menolak RUU Sisdiknas ini kalau frasa Madrasah tidak ada," tegasnya.

Menurut Yandri, seharusnya RUU Sisdiknas lebih memperkuat madrasah sebagai satuan pendidikan yang mengkolaborasikan pendidikan agama Islam dan pendidikan sains

" Apalagi sekarang sudah banyak madrasah unggulan dengan prestasi yang luar biasa. Seperti misalnya Madrasah Insan Cendekia yang prestasinya melampaui sekolah-sekolah umum. Seharusnya RUU Sisdiknas memperkuat peran madrasah agar lebih adaptif dengan perkembangan teknologi," ungkapnya

 

4 dari 4 halaman

Diminta Melibatkan Berbagai Pihak

Karena itu Yandri meminta penyusunan RUU Sisdiknas lebih transparan dan melibatkan berbagai pihak. Seperti Muhammadiyah dan NU agar sistem pendidikan Indonesia nantinya bisa lebih komprehensif dan relevan dengan perkembangan zaman.

" RUU Sisdiknas ini sangat strategis karena berkaitan dengan ikhtiar kita mempersiapkan generasi masa depan. Sehingga harus terbuka, transparan dan melibatkan banyak pihak untuk memberikan masukan," tutupnya.

 

Beri Komentar