Fakta Baru Pemutilasi Wanita Hamil

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 21 April 2016 19:40
Fakta Baru Pemutilasi Wanita Hamil
Pelarian Kusmayadi hingga ke Surabaya berbekal uang hasil...

Dream - Pelarian Kusmayadi, tersangka mutilasi perempuan hamil Nur Atika akhirnya berhasil diringkus tim Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras Ditreskrimun) Polda Metro Jaya di Surabaya pada Rabu, 20 April 2016.

Pelarian Kusmayadi hingga ke Surabaya ternyata butuh modal. Dia berbekal uang hasil menjual telepon genggam milik korbann.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, usai melakukan pembunuhan itu Kusmayadi menjual ponsel korban Nur Atika.

" Naik bus dia (Kusmayadi), uangnya dari menjual Hanphone milik korban," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 21 April 2016.

Selama hidup di Surabaya, Kusmayadi menumpang di tempat kenalannya. Sebab, dia tak memiliki sesen pun uang untuk makan. " Belum kerja, luntang-lantung. Ya jual handphone itu dan uangnya habis," ucap dia.

Krishna melanjutkan, Kusmayadi yang kehabisan uang juga menumpang hidup di rumah makan Padang melalui bantuan temannya itu. Di rumah makan Padang itulah pelaku Agus akhirnya ditangkap oleh polisi.

" Dia (Agus) tidak lakukan apa apa apalagi ada perlawanan," kata Krishna. (Ism)

1 dari 3 halaman

Lika-liku Cinta Pemutilasi Wanita Hamil

Dream - Sosok Kusmayadi alias Agus, pemutilasi perempuan hamil Nur Atikah, dikenal sebagai sosok yang playboy. Meskipun telah memiliki istri dan seorang anak, Kusmayadi juga memiliki wanita idaman lain.

Kondisi itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. Menurut Krishna, pelaku memilih Surabaya sebagai tempat alasan karena alasan khusus.

" Dia (Agus) punya pacar di Surabaya," kata Krishna menurut pengakuan Agus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 21 April 2016.

Tetapi, pacar Kusmayadi di Surabaya tidak mengetahui jika pria beristri itu melalukan tindak pidana pembunuhan.

Selain memiliki kekasih di Surabaya, Kusmayadi juga dikenal memiliki kekasih di Lampung Timur.

Kekasih Kusmayadi di Lampung Timur disebut bernama Yeni. Tetapi, menurut keterangan polisi Yeni tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Kusmayadi.

Kisah cinta Kusmayadi kemudian jatuh di perempuan bernama Nur Atika, atau Nuri. Mereka berkenalan sekitar Juni 2015.

Waktu itu Nuri bekerja sebagai kasir di Rumah Makan Gumarang dan Kusmayadi bekerja sebagai kepala restoran. Cinta lokasi itu tak berlanjut lama karena Nuri pindah kerja di Rumah Makan Gumarang di Cikupa, Tangerang.

Walaupun beda lokasi kerja, mereka berdua semakin erat. Mereka kerap menjalin komunikasi secara intens melakui telepon dan pesan singkat.

Di Agustus mereka berdua bertemu. Menurut pengakuan Kusmayadi kepada Krishna, dia mengaku masih bujang kepada Nuri.

Bujuk rayu Kusmayadi berbuah hasil. Sejoli ini dimabuk cinta. Mereka kemudian sepakat tinggal satu atap di kontrakan H Malik dekat Pasar Cikupa.

Setelah tinggal serumah kedua kerap berubungan badan. Akhirnya Nuri mengetahui tersangka sudah memiliki istri.

Ketidakjelasan status inilah yang memicu terjadi pertengkaran dan berakhir dengan pembunuhan tragis. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Kalimat yang Buat Wanita Hamil Dimutilasi

Dream - Kematian yang terjadi pada Nur Atika, perempuan hamil yang terbunuh karena mutilasi oleh Kusmayadi bukan tanpa alasan.

Menurut pengakuan Kusmayadi, Nur Atika meninggal karena satu kalimat yang dikeluarkan perempuan yang berstatus kekasihnya itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, awal peristiwa pembunuhan itu karena sepasang kekasih itu terlibat cekcok. 

Ini lantaran Kusmayadi, tak kunjung menikahi Nur Atikah, meskipun perempuan itu telah berbadan dua.

Agus yang mulai sebal kepada Nur Atikah mendorong perempuan hingga tersungkur di lantai rumahnya di Desa Tegalsari, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Nur sontak berbicara sedikit lantang kepada Kusmayadi, " Kan saya sudah bilang kalau mau pulang sekarang monyet!," ucap Krishna menirukan pengakuan Kusmayadi.

Mendengar ucapan itu, amarah Kusmayadi mulai membara. Dengan gelap mata dia memiting leher Nur yang sedang mengandung bayi enam bulan.

" Korban berteriak. Teriakannya semakin kuat," kata Krishna.

Selama 30 menit, kata Krishna, Kusmayadi memiting leher Nur sehingga akhirnya tak bernyawa. Pada ketika itu, Kusmayadi bingung lantas berinisiatif untuk menghilangkan jejak.

" Tersangka terbesit pikirannya untuk menghilangkan jejak perbuatannya. Kemudian mengambil golok yg ada di bawah televisi, dan memutilasi badan korban," ucap dia.

3 dari 3 halaman

Pengakuan Mengerikan Pemutilasi

Dream - Pelarian pemutilasi wanita hamil selama sepekan berakhir, setelah setelah polisi menangkap Kusmayadi alias Agus (31) di Rumah Makan Padang Selera Bundo Surabaya, Jawa Timur.

Agus ditangkap berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat melalui hotline yang disebar Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti menjelaskan, kronologi pembunuhan ini berawal dari perkenalan Agus pertama kali dengan korban di RM Gumarang sekitar Juli 2015.

Saat itu korban bekerja sebagai kasir, lalu korban pindah ke RM Gumarang Taruna Cikupa. Meski berbeda tempat kerja, keduanya tetap berhubungan melalui telepon dan pesan pendek.

Selang dua bulan kemudian, tepatnya Agustus 2015, keduanya bertemu di KFC Citra Raya Cikupa. " Tersangka mengaku masih bujang dan korban mengaku janda, Lalu sepakat untuk mencari tempat tinggal di kontrakan H. Malik dekat pasar Cikupa," kata Krishna, Kamis 21 April 2016.

Setelah tinggal serumah, kedua kerap melakukan hubungan badan hingga akhirnya korban hamil. Korban akhirnya mengetahui tersangka sudah memiliki istri. Dari situ kerap terjadi pertengkaran.

" Korban sering marah karena uang kurang, korban minta status yang jelas, korban minta orangtua tersangka melamar ke keluarganya di Malimping Banten," ujar Krishna.

Pada 7 April 2016, tersangka bercerita kepada temannya bernama Valen sedang memiliki masalah dan sempat bertanya bila membunuh orang dosa besar atau tidak.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary