Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP), Jumat, 6 November 2015 meluncurkan poster resminya. Dalam sesi konferensi pers, Helvy Tiana mengatakan bersyukur proses panjang produksi film ini mendekati selesai. Sebab, berbagai tantangan selama perjalanan produksi perlahan telah dilewati.
" Film ini kan dibiayai bareng-bareng atau istilahnya crowd funding. Awalnya agak ragu, tapi ya, Alhamdulillah banyak yang mendukung," jelas penulis novel KMGP ini di Cafe Jet Ski, Kapuk, Jakarta, Jumat, 6 November 2015.
Dalam acara peluncuran poster resmi KMGP ini, Helvy juga mengkampanyekan gerakan Sedekah Tiket untuk kalangan luas. Program Sedekah Tiket ini merupakan bagian dari promosi film pra-tayang resmi.
" Jadi nantinya, teman-teman yang sudah ikut dalam Sedekah Tiket akan mendapat keuntungan dengan nonton film KMGP saat rilis pertama. Ini program semacam presale. Sayang kalau kita udah buat film bagus-bagus nggak ada yang nonton," jelasnya.
Menurut Helvy, proses Sedekah Tiket ini cukup ampuh menarik minat sejumlah lembaga untuk bergabung. " Setidaknya ada 10 lembaga yang ikut program Sedekah Tiket ini. Dengan Rp 100 ribu per satu tiketnya mereka dapat berbagi dengan sesama, menyumbang untuk petani, dan menonton film KMGP," jelasnya.
Rencananya, menurut Helvy, film KMGP ini akan diputar di ratusan kota di seluruh Indonesia pada Januari 2016. Dia berharap film KMGP ini mampu membawa dinamika baru dalam film bertema Islami.
" Saya sedari awal ingin buat film yang hype dan modern. Soalnya, kayaknya, belum ada film Islami yang begitu hype dan modern," harapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya